Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pertahanan menyerukan kepada Provost Marshall dan LSM LAI agar menghentikan kegiatan yang mencatut nama menteri Pertahanan dan Kementerian Pertahanan.

"Kegiatan Provosy Marshall tidak terkait dan tidak ada hubungannya dengan Kementerian Pertahanan," ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom Publik) Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal TNI Totok Sugiharto, melalui siaran pers, Selasa (27/2).

Menurut Totok, Kementerian Pertahanan, melalui Direktorat Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, tidak pernah mengadakan kerja sama dengan Provost Marshall, termasuk dengan LSM LAI. Kementerian Pertahanan juga tidak pernah membuat MOU sebagaimana diklaim Provost Marshall dengan surat Nomor B/1732/IX/2017 tanggal 29 September 2017 tentang Dukungan dan Partisipasi Bela Negara.“Kementerian Pertahanan sudah melakukan penyelidikan di lapangan, ternyata surat yang diakui Provost Marshall palsu," jelas Totok.

Kapuskom Publik Kemhan mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai setiap informasi dan kegiatan yang berkaitan dengan Provost Marshall dan LSM LAI. "Kepada Provost Marshall dan LSM LAI agar menghentikan kegiatan yang mencatut nama menteri Pertahanan dan Kementerian Pertahanan," ujarnya.