Pengguna IKD Lumajang Baru 5,20 Persen, Disdukcapil Turun Langsung Jemput Warga
Istimewa
Istimewa
Lumajang, InfoPublik – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lumajang menggencarkan pelayanan jemput bola ke sekolah, ruang publik, hingga kelompok masyarakat untuk memperluas akses administrasi kependudukan dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Langkah tersebut dilakukan seiring jumlah pengguna IKD di Kabupaten Lumajang yang tercatat 44.975 orang per 23 September 2026. Jumlah itu setara sekitar 5,20 persen dari 864.599 rekam dinamis KTP.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Lumajang, Arif Heri Kurniawan, mengatakan pola jemput bola menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan administrasi kependudukan sekaligus mendekatkan akses kepada masyarakat.
Salah satu pelayanan dilakukan di area Car Free Day (CFD). Disdukcapil membuka lima jenis layanan, meliputi penerbitan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, perekaman KTP elektronik (KTP-el), serta aktivasi IKD.
Aktivasi IKD menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan dalam kegiatan tersebut dengan 67 warga berhasil melakukan aktivasi.
Pelayanan serupa juga menyasar pelajar yang mulai memasuki usia wajib memiliki KTP. Pada 11 Agustus 2026, Tim Reaksi Cepat Pelayanan (RCP) Disdukcapil mendatangi SMAN Candipuro untuk melakukan perekaman KTP-el sekaligus aktivasi IKD.
Perangkat perekaman biometrik dibawa langsung ke sekolah sehingga pelajar dapat mengakses pelayanan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
Salah seorang pelajar, Irma Suryani, mengaku terbantu dengan pelayanan tersebut karena tidak perlu meninggalkan kegiatan sekolah untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Enak banget sih, jadi nggak perlu izin lagi buat ke kantor Dukcapil. Sekalian aktivasi IKD juga, jadi KTP saya udah ada di HP,” ujar Arif di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (4/10/2026).
Selain memberikan pelayanan administrasi kependudukan, petugas juga mengenalkan pemanfaatan layanan digital kepada pelajar.
“Kami ingin generasi muda Lumajang sejak dini sudah terbiasa dengan layanan digital,” demikian keterangan petugas Disdukcapil.
Pelayanan jemput bola kemudian dilaksanakan di sejumlah sekolah lain, antara lain SMK Negeri Tekung, SMK Negeri Klakah, dan SMKN Tempursari pada Agustus hingga September 2026.
Disdukcapil Lumajang tidak hanya menyasar pelajar. Tim RCP juga memberikan pelayanan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan kemudahan akses, termasuk warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Data publikasi Disdukcapil mencatat pelayanan RCP pada Agustus 2026 menyasar warga lanjut usia di Pasrujambe serta penyandang disabilitas di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang.
Arif menjelaskan, perluasan penggunaan IKD masih terus dilakukan karena kondisi dan kebutuhan setiap kelompok masyarakat berbeda.
"Data per 23 September 2026 mencatat terdapat 44.975 pengguna IKD di Lumajang dari 864.599 rekam dinamis KTP, atau sekitar 5,20 persen," terang Arif.
Selain mempermudah aktivasi, pelayanan jemput bola menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan IKD. Masyarakat dapat memperoleh pendampingan langsung dari petugas terkait penggunaan dokumen kependudukan secara digital.
Disdukcapil Lumajang akan terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat melalui sekolah, ruang publik, serta pelayanan langsung bagi kelompok yang membutuhkan kemudahan akses.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved