Puluhan Varian Rendang di Payakumbuh

:


Oleh MC Prov Sumatera Barat, Senin, 9 Juli 2018 | 09:48 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 2K


Payakumbuh, InfoPublik - Kampung Rendang di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, memiliki puluhan varian rendang yang unik sehingga bisa dikembangkan sebagai kekayaan kuliner daerah.

“Hingga saat ini ada 30 varian rendang dengan berbagai macam bahan di Kampung Rendang,” kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Faizal, di Payakumbuh, Sabtu (7/7/2018).

30 varian itu meliputi rendang telur, daging sapi, suir daging, paru, ayam, suir ayam, ubi, suir itik, jamur basah, jamur kering, jamur kriuk, jengkol, jantung pisang, dan daun singkong. Varian lainnya adalah rendang belut, ikan tuna, daun-daun, pare, pakis/paku, lokan, nangka, daging tumbuk, paru basah, jamur kurma, jagung, ikan lele, ikan nila, ikan gabus/haruan, maco, dan udang.

Meskipun demikian, Faizal menyebutkan belum seluruh jenis varian itu eksis keberadaannya di Kampung Rendang. “Belum seluruhnya eksis, karena ada beberapa pembuat yang tidak rutin dan konsisten memproduksi. Sehingga terkesan eksperimental,” katanya.

Demi menjaga kepercayaan konsumen pada Kampung Rendang, katanya, yang akan diakomodir adalah barang yang memang layak jual. Dari 30 varian tersebut ada sekitar delapan varian yang telah eksis dan banyak diminati pembeli. Delapan varian itu adalah rendang daging sapi, telur, paru, tumbuak daging, suir (ayam dan daging sapi), jamur, dan belut.

Delapan varian itu dapat dijumpai pada Industri Kecil Menengah (IKM) yang terdapat di Kampung Rendang. Di antaranya adalah IKM Rendang Riri, Rendang Erika, Rendang Indah, Rendang Nan Keke, Rendang Yen, Rendang Yolanda.

“Persiapan juga tengah digodok bersama-sama untuk menyambut masa liburan, karena sering dihadirkan oleh-oleh,” katanya. Kampung

Rendang merupakan salah satu pusat kuliner di Payakumbuh yang berjarak sekitar 180 kilometer dari Kota Padang. Kampung ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke kota tersebut. (Eko Kurniawan, S.Kom/Diskominfo/TR)