:
Oleh MC Kota Batam, Senin, 3 Juli 2017 | 09:08 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 816
Batam, InfoPublik-Pemko Batam mempercepat pemasangan kamera pengintai (CCTv) di lokasi-lokasi rawan kejahatan dan menargetkan Agustus mendatang semua CCTv sudah bisa dioperasikan.
“Tiangnya sudah terbangun,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Salim, Kamis (29/6).
Dia menambahkan, saat ini sedang progres pemasangan listrik dan juga CCTv diperkirakan tak akan memakan waktu lama hingga nantinya semua sudah terpasang. Untuk itu, pihaknya terus menggesa agar dalam waktu dekat semua sudah siap untuk dioperasikan. “Tinggal pemasangan link,” ujarnya.
Pemasangan link, sambungnya, memang terakhir karena masih menunggu pemasangan listrik dan juga CCTv, sebab pemasangan link dengan sistem sewa. “Agustus sudah harus beroperasi,”ujarnya.
Untuk lokasi CCTv ini tersebar di 20 lokasi dan beberapa titik khususnya lokasi rawan kriminal yang tersebar di Batam seperti kawasan Batam Centre, Sekupang dan Batuaji.
20 titik yang dipasang adalah Simpang Kuda, Nagoya Plaza, Pasar Induk Jodoh, Pura Seiladi, Tanjakan Southlink, Simpang BI, DPRD, Kantor Wali Kota, Asrama Haji/Welcome to Batam. Selain itu, gerbang selatan Dataran Engku Putri, Bundaran Madani, Pelabuhan Punggur, Pertigaan Sambau. “Itu hasil rapat bersama,” kata Salim.
Tak hanya di lokasi itu saja, jalur lambat Sukajadi, Perumahan Casablanca, Pelabuhan Sekupang, Perumahan Delta Villa, Matakucing dan SP Plaza Batuaji juga dipasang CCTv. Penentuan titik-titik itu berdasarkan hasil rapat tahun lalu bersama Polda Kepri, Polresta Barelang, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang, Camat juga Komisi I DPRD Batam.
Dari rencana 40 titik, tahun ini hanya akan dipasang di 20 titik saja. “Dari awalnya 70 kamera di 40 titik, kurang lebih tahun ini hanya 30 saja di 20 titik,” kata Salim.
Tak bisanya dipasang keseluruhan pada tahun ini karena adanya pengurangan anggaran dari semula Rp7 miliar menjadi Rp 5 miliar, sehingga harus bertahap untuk pemasangan CCTv di seluruh wilayah rawan di Batam. “Kami prioritaskan sesuai rekomendasi dalam rapat tahun lalu,” katanya.
Anggaran Rp 5 miliar itu sudah termasuk pengadaan kamera, server, memori, tiang, listrik dan juga penyewaan link. Sementara untuk kamera CCTv saja akan menghabiskan Rp3 miliar. “Ini bertahap, 2018 sudah selesai pengerjaan semua kebutuhan CCTv,” ujarnya.
Pemasangan CCTv ini terus didesak beberapa pihak yang ingin ada kamera pengintai di beberapa titik rawan di Batam. Salah satunya Komisi I DPRD Batam yang ingin segera dioperasikan untuk menekan angka kejahatan di Batam.
“Bisa dilakukan pendeteksian secara dini apabila terjadi di jalan,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M Sihaloho.(MC.Kota Batam/SB/Eyv)