Hari Ibu Nasional Tak Sama dengan Mother’s Day Versi Barat

:


Oleh Berry, Kamis, 26 Desember 2019 | 10:30 WIB - Redaktur: Admin - 176


JPP, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember, tak sama dengan Mother’s Day versi Barat. Hari Ibu Nasional memiliki akar sejarah yang kuat sehingga berbeda dengan peringatan hari ibu di negara barat.

Hal itu dikatakan Mendagri saat menjadi Inspektur Upacara dalam rangka upacara peringatan Hari Ibu di Halaman Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (23/12/2019).

“Ini mungkin yang perlu dipahami bersama, jadi peringatan Hari Ibu di Indonesia intinya tidak sama dengan istilah Mother’s Day yang ada di Amerika, Inggris, dan negara lainnya. Memang kalau di Inggris dan di Yunani, (berhubungan dengan) keagamaan, tapi Hari Ibu di Indonesia itu diselenggarakan oleh para wanita, yang menetapkannya menjadi Dekrit 1959 (adalah) Presiden Soekarno,” jelas Tito.

Hari Ibu Nasional diperingati setiap tanggal 22 Desember. Hari Ibu di Indonesia berawal dari adanya Kongres Perempuan I, pada 22 Desember 1928. Pada 16 Desember 1959, Hari Ibu ditetapkan sebagai Hari Nasional. Keputusan ini sesuai dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 oleh Presiden Soekarno.

“Nah itu 22 Desember 1928 di Yogyakarta, baru kemudian secara resmi Presiden pada tahun 1959 tanggal 22 Desember (ditetapkan) sebagai Hari Ibu. Berkembang mengisi kemerdekaan, kalau tadi berjuang mengisi kemerdekaan terutama untuk meningkatkan peran wanita, sekarang kita sudah mendapatkan hasilnya, para wanita dan ibu-ibu sekarang merasakan hasil dari tanggal 22 Desember 1928 itu. Sekarang Indonesia sudah pernah memiliki Presiden wanita, kita sudah banyak memilki menteri wanita, Gubernur wanita, walikota/bupati wanita,” ulas Tito.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri juga mengatakan sosok wanita dan seorang ibu memiliki peran penting di semua bidang, terutama dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk itu, ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh Ibu dan wanita di Indonesia atas kontribusi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Nah, itulah dalam kesempatan yang baik ini, kita peringati hari ibu ini, penghargaan kepada wanita, para pejuang wanita. Selamat Hari Ibu untuk para ibu dan wanita,” pungkas Tito. (dgr/nbh)