Langgur, InfoPublik – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan pemerintah daerah harus melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan untuk memperkokoh persaudaraan dan mendukung pembangunan daerah.
Penegasan itu disampaikan Thaher saat menghadiri Pemberkatan Arca Hati Kudus Yesus di Paroki Waur, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa (6/10/2026).
Di hadapan Uskup Amboina, para pastor, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan umat Katolik Paroki Waur, Thaher mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum pemberkatan sebagai sarana memperkuat iman sekaligus persaudaraan.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kasih, karena atas berkat-Nya kita dapat hadir bersama dalam acara yang penuh makna ini,” ujarnya.
Menurut Thaher, Arca Hati Kudus Yesus bukan sekadar simbol keagamaan maupun karya seni, tetapi memiliki pesan spiritual tentang kasih, pengampunan, ketulusan, dan pengorbanan.
Nilai tersebut dinilainya relevan dengan kehidupan masyarakat Maluku Tenggara yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kebersamaan.
“Saya berharap kehadiran arca ini menjadi tanda iman yang hidup sekaligus sumber inspirasi bagi seluruh umat untuk semakin memperkuat persaudaraan, kepedulian, kerukunan, dan pelayanan kasih kepada sesama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Thaher juga menegaskan prinsip kepemimpinannya di tengah masyarakat yang majemuk secara agama dan budaya.
“Sebagai seorang Muslim, saya meyakini bahwa tugas seorang pemimpin adalah melayani semua umat tanpa membedakan apa agamanya. Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, semua agama memiliki tempat yang sama terhormat dan hak yang sama untuk dilindungi, difasilitasi, dan didukung,” tegasnya.
Ia menekankan, keberpihakan pemerintah terhadap kehidupan umat beragama tidak boleh didasarkan pada pertimbangan mayoritas maupun minoritas.
“Ini bukan soal mayoritas atau minoritas. Ini soal kemanusiaan, persaudaraan dan keadilan,” ujarnya.
Menurut Thaher, prinsip tersebut sejalan dengan nilai Ain Ni Ain yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Kei. Filosofi itu menekankan pentingnya melihat sesama sebagai bagian dari diri sendiri dan menjaga kebersamaan sebagai satu keluarga besar.
Dalam konteks pembangunan, kerukunan antarumat beragama dinilai menjadi modal sosial sekaligus fondasi penting bagi terciptanya keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemkab Maluku Tenggara memastikan dukungan terhadap kehidupan umat beragama akan terus diberikan, termasuk dalam pembangunan dan pengembangan rumah ibadah.
“Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kehidupan umat beragama, baik pembangunan gereja, masjid maupun rumah ibadah lainnya. Karena kehidupan beragama yang rukun dan damai merupakan fondasi utama pembangunan daerah yang aman dan sejahtera,” katanya.
Thaher menilai pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal jika masyarakat masih terjebak dalam perbedaan identitas. Sebaliknya, toleransi dan persaudaraan akan membuat energi sosial dapat diarahkan untuk pembangunan pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan sektor lainnya.
Ia juga mendorong nilai kebersamaan terus diwariskan kepada generasi muda agar keberagaman agama dan budaya tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi kekuatan bersama dalam membangun daerah.
Mengakhiri sambutannya, Thaher menyampaikan selamat kepada umat Katolik Paroki Waur atas pemberkatan Arca Hati Kudus Yesus.
“Kiranya Hati Kudus Yesus senantiasa memberkati umat Paroki Waur, memberkati keluarga-keluarga kita, dan memberkati Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)