Kabupaten Gorontalo, InfoPublik — Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (Balintan) DKPTPH Provinsi Gorontalo, Abd. Wahid Lahay, menegaskan pentingnya penyediaan sumber air alternatif, berupa sumur suntik guna membantu petani menghadapi ketidakpastian iklim dan ancaman kekeringan, khususnya di lahan sawah tadah hujan.
"Kita tidak bisa hanya bergantung pada curah hujan, khususnya pada lahan sawah tadah hujan. Karena itu, penyediaan sumber air alternatif melalui sumur suntik ini merupakan salah satu bentuk adaptasi yang kita dorong agar pet5ani tetap memiliki sumber air ketika terjadi kekeringan,” ujar Abd. Wahid Lahay, pada Bimbingan Teknis Penanganan Dampak Perubahan Iklim yang digelar oleh UPTD Balintan Provinsi Gorontalo bersama Poktan Ilomata di Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (6/10/2026
Ia mengatakan, keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat dikelola secara bersama oleh kelompok tani sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana sumber air ini dibuat, tetapi bagaimana kemudian dikelola dan dimanfaatkan secara bersama oleh kelompok tani. Dengan pengelolaan yang baik, kita berharap sumber air ini menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan pertanaman,” katanya.
Pada hamparan persawahan Poktan Ilomata yang memiliki luas sekitar 30 hektare, telah dibuat sebanyak enam titik suntik bor yang ditempatkan pada lokasi strategis di area persawahan.
Pada hamparan persawahan Poktan Ilomata yang memiliki luas sekitar 30 hektare, telah dibuat sebanyak enam titik suntik bor yang ditempatkan pada lokasi strategis di area persawahan.
Keberadaan enam titik sumber air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama ketika curah hujan tidak mencukupi. Selain itu, pemanfaatan sumber air secara bersama diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus memperkuat kemandirian kelompok tani.
Melalui kegiatan bimbingan teknis, UPTD Balintan Provinsi Gorontalo bersama POPT, penyuluh pertanian, pemerintah setempat dan Poktan Ilomata terus memperkuat upaya adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian. (mcgorontaloprov/oman)