Marabahan, Infopublik — Sebanyak 24 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Barito Kuala bersaing dalam Turnamen Sepak Bola Bupati Cup (TSBC) Barito Kuala 2026. Selain mengejar prestasi, kompetisi yang berlangsung hingga 2 November 2026 tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memantau dan menemukan talenta sepak bola potensial.
Turnamen yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Barito Kuala itu resmi dibuka di Lapangan 5 Desember Marabahan, Senin (5/10/2026) petang.
Kepala Disporbudpar Kabupaten Barito Kuala Sirpan mengatakan TSBC dirancang tidak hanya sebagai kompetisi antartim, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet sepak bola daerah. Persaingan antarpemain diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus membuka peluang bagi munculnya pemain-pemain potensial.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, tanggung jawab serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar-atlet, official, dan masyarakat dari berbagai kecamatan di seluruh Kabupaten Barito Kuala,” ujar Sirpan.
Menurut dia, kompetisi yang berlangsung selama hampir satu bulan memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Intensitas pertandingan juga menjadi ruang evaluasi bagi pembina dalam melihat perkembangan kemampuan pemain.
Wakil Bupati Barito Kuala Herman Susilo mengatakan turnamen tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan sekaligus mendorong peningkatan prestasi sepak bola daerah. “Melalui turnamen ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan prestasi sepak bola, menjaring bibit-bibit unggul atlet sepak bola dan memacu semangat para pemain untuk senantiasa melakukan pembenahan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu atlet kita ke depan,” katanya.
Herman menilai kompetisi olahraga juga memiliki fungsi sosial. Selain menjadi ruang pengembangan potensi atlet, pertandingan dapat memperkuat kebersamaan antarmasyarakat sekaligus menghadirkan hiburan yang positif.
Karena itu, kualitas penyelenggaraan dan pertandingan menjadi bagian penting agar TSBC tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu jalur pembinaan sepak bola di Barito Kuala.
Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi juga meminta seluruh pemain, official, perangkat pertandingan, dan pendukung menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung. Persaingan yang ketat, menurutnya, harus tetap dibarengi dengan pengendalian diri dan penghormatan terhadap lawan.
“Di dalam jalannya pertandingan nanti, hal yang utama harus kita perhatikan adalah kekompakan, kebersamaan sehingga mewujudkan pertandingan yang sukses dan sesuai harapan kita bersama,” ujar Bahrul.
Ia mengingatkan agar tensi pertandingan tidak berkembang menjadi konflik. Setiap tim diharapkan mampu menjaga suasana tetap kondusif sehingga kompetisi dapat berlangsung aman dan berkelanjutan.
“Walaupun pertandingan dengan tensi yang tinggi dan persaingan yang ketat, tetapi di dalam hati kita tetap dingin, damai dan tenang sehingga kegiatan kita bisa berjalan setiap tahun dengan lancar,” katanya.
Pembukaan TSBC turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Barito Kuala Noor Hayati Bahrul Ilmi, Dandim 1005/Barito Kuala, Ketua Pengadilan Negeri Marabahan, jajaran Forkopimda, pimpinan SKPD, Camat Marabahan, Direktur Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Selidah, serta masyarakat.
Dengan melibatkan 24 tim hingga 2 November, TSBC Barito Kuala 2026 diharapkan menghasilkan lebih dari sekadar juara. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk memetakan potensi pemain, memperkuat pengalaman bertanding, dan membangun ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di daerah.
(Rnld)