Kota Gorontalo, InfoPublik - Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan pilar utama untuk melahirkan program pembangunan berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pemenuhan hak perempuan, perlindungan anak, serta pemberdayaan masyarakat dan desa.
Hal itu disampaikan wagub, saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang digelar di TK Damhil UNG, Jumat (2/10/2026).
Wagub menyampaikan, integrasi antara kekuatan akademis kampus dan kewenangan pelayanan pemerintah daerah merupakan langkah mendesak agar pembangunan daerah berjalan terarah dan tepat sasaran.
“Kolaborasi ini harus memberikan dampak nyata. Perguruan tinggi memiliki kekuatan pada pengetahuan, penelitian dan inovasi, sementara pemerintah memiliki program dan kewenangan dalam pelayanan kepada masyarakat. Ketika keduanya disinergikan, diharapkan lahir program yang lebih tepat dan bermanfaat,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas program pemerintah agar semakin berbasis pengetahuan, data, dan kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang diharapkan dapat melahirkan program-program konkret, inovasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi perempuan, anak, masyarakat dan desa,” ujarnya.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi kearifan lokal dan pembagian Tiliaya kepada anak-anak PAUD/Taman Bermain di TK Damhil UNG. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan pangan tradisional dan kearifan lokal Gorontalo kepada anak sejak usia dini dalam suasana yang menyenangkan dan ramah anak.
Tiliaya merupakan makanan tradisional Gorontalo yang berbahan utama telur, gula aren dan santan. Pengenalan Tiliaya kepada anak sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap makanan tradisional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan, keluarga, rasa syukur, serta kekayaan budaya daerah.(mcgorontaloprov/fahmi)