Liliane Foundation Dukung Penguatan Hak Anak Penyandang Disabilitas Banyuwangi
Istimewa
Istimewa
Banyuwangi, InfoPublik — Sebanyak 155 anak penyandang disabilitas di tujuh desa di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, telah mendapat pendampingan melalui program Building Effective Networking (BEN), yang didukung Liliane Foundation bersama NLR Indonesia dan mitra lokal.
Banyuwangi juga menjalankan tiga program sekaligus, yakni Community Based Rehabilitation (CBR), Meaningful Youth Participation, dan Body Talk untuk periode 2025–2028.
Programme Manager Liliane Foundation Belanda, Classina Nicole, mengatakan Banyuwangi menjadi satu-satunya daerah yang memperoleh tiga program tersebut secara bersamaan.
“Karena komitmen tinggi dari pemerintah dan stakeholder di sini, Banyuwangi menjadi satu-satunya daerah yang mendapatkan tiga program sekaligus,” ujar Classina saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (22/9/2026).
Program CBR berfokus pada rehabilitasi berbasis masyarakat, sedangkan Meaningful Youth Participation diarahkan pada pemberdayaan dan partisipasi anak serta remaja. Adapun Body Talk berfokus pada pencegahan kekerasan seksual berbasis gender.
Classina mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah diperlukan agar program dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan berkelanjutan.
“Karena dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah, kita dapat membuat program yang benar-benar berkelanjutan dan saling melengkapi,” katanya.
Sementara itu, Indah Catur Cahyaningtyas dari Aura Lentera mengatakan setiap anak yang masuk dalam program BEN mendapat pendampingan dari CBR Worker.
Pendampingan dilakukan secara individual menggunakan Individual Rehabilitation Plan (IRP) Logbook yang memuat identitas, hasil identifikasi dan asesmen, hingga jenis intervensi yang dibutuhkan.
“Contohnya ada salah satu anak di Klatak yang menyandang cerebral palsy dan membutuhkan terapi. Namun karena berasal dari keluarga kurang mampu, mereka kesulitan membiayai terapi. Maka langkah awal yang dilakukan CBR Worker adalah memastikan anak memiliki administrasi kependudukan yang lengkap, kemudian dibantu mengakses berbagai layanan, seperti administrasi kependudukan, jaminan sosial, termasuk PBI, maupun layanan terapi gratis,” terang Indah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kolaborasi dengan Liliane Foundation, NLR Indonesia, dan mitra lokal dapat membantu memperluas akses pelayanan bagi penyandang disabilitas.
“Pemkab terus berkomitmen menjadi daerah inklusi melalui berbagai program. Namun, tentunya tangan pemerintah sangat terbatas. Karena itu, adanya dukungan dari Liliane Foundation dan segenap tim sangat kami apresiasi,” kata Ipuk.
Pemkab Banyuwangi juga menjalankan sejumlah program inklusi, antara lain Rembug Disabilitas, penguatan layanan pendidikan inklusif, pembukaan formasi aparatur sipil negara (ASN) bagi penyandang disabilitas, serta pelatihan keterampilan kerja.
Selain itu, pelaku UMKM penyandang disabilitas mendapat fasilitasi legalitas usaha, antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal. “Semangatnya adalah setara,” pungkas Ipuk. (*)
© Copyright 2026, All Rights Reserved