Gorontalo Utara, InfoPublik – Harga komoditas rumput laut di Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara mengalami penurunan drastis hingga menyentuh kisaran Rp10.000 hingga Rp13.000 per kilogram, setelah sempat mencapai puncaknya di angka Rp39.000 per kilogram pada periode 2021-2023.
Penurunan nilai ekonomi yang signifikan itu menjadi keluhan utama warga yang menggantungkan hidupnya pada sektor budidaya laut sejak tahun 1994 tersebut.
Kepala Desa Ilodulunga, Mustagfir Bahrudin, mengungkapkan bahwa penurunan harga ini sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.
"Harga kemarin itu per kilogram sampai Rp39.000 sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai orang tua bisa merasakannya. Hari ini sudah dihadiri Pak Gub dan Ibu Wabup, mudah-mudahan bisa menambah nilai ekonomi masyarakat," ujarnya.
Selain merosotnya harga rumput laut, warga Desa Ilodulunga juga mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur pemecah ombak yang saat ini kondisinya telah rusak parah. Ketiadaan penahan gelombang yang memadai menyebabkan kawasan pemukiman warga kerap dilanda banjir rob, terutama saat terjadi angin Barat dan air laut pasang.
Mustagfir berharap, realisasi perbaikan fasilitas penahan ombak ini dapat segera diwujudkan dalam waktu dekat demi keselamatan warga.
Merespons keluhan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mengatasi persoalan harga komoditas dan kerusakan infrastruktur.
Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi yang saat ini menyusut, pihak pemerintah daerah akan memperjuangkan anggaran perbaikan infrastruktur langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menggelar kunjungan kerja di Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (19/5/2026).
Dalam peninjauan lapangan yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf, Asisten I Sila Botutihe, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aryanto Husain tersebut, rombongan menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi pemecah ombak yang roboh dihantam ombak sekaligus meninjau potensi pengembangan budidaya rumput laut lokal.(mcgorontaloprov/isam)