Pemkab Pangkep Gelar Rakor Akselerasi Tim Penurunan Angka Stunting

: Rapat koordinasi akselerasi tim penurunan angka stunting yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, dan digelar di ruangan rapat Wakil Bupati, Selasa (21/5/2024). (Foto: istimewa)


Oleh MC KAB PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, Selasa, 21 Mei 2024 | 17:16 WIB - Redaktur: Bonny Dwifriansyah - 111


Pangkep, InfoPublik - Pemkab Pangkep menggelar rapat koordinasi akselerasi tim penurunan angka stunting untuk mencari jalan keluar agar penurunan angka stunting lebih baik.

Rakor yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana dan digelar di ruangan rapat Wakil Bupati, Selasa (21/5/2024), itu dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Shodiqin, asisten, TNI, Polri, pengurus OPD, dan camat.

Syahban Sammana berharap rapat koordinasi itu menjadi wadah baik untuk berdiskusi dan berbagi informasi terkait penurunan stunting.

"Dalam rangka percepatan penurunan stunting, saya berharap rapat koordinasi ini dapat menjadi wadah yang baik untuk berdiskusi dan berbagi pengalamanan serta informasi terkait penurunan stunting di daerah kita," tuturnya.

Wakil Bupati dua periode itu juga mengajak semua pihak masyarakat maupun lembaga untuk bergotong royong dalam penurunan stunting ke angka 14 persen. "Saya juga mengajak peran serta semua pihak baik masyarakat maupun lembaga untuk bergotong royong dalam penanganan maupun pencegahan stunting di kabupaten yang kita cintai ini. Sehingga kita dapat berkontribusi secara optimal dalam mencapai target nasional penurunan stunting di angka 14 persen," tuturnya.

Kepala Dinas DP2KB P3A Pangkep, dr. Nurlia Sanusi, menjelaskan bahwa pada tahun 2023, angka stunting mencapai 34,2 persen. Tahun ini, berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia, angkanya turun menjadi 30 persen.

"Tapi kita tidak berbangga hati dengan hasil ini. Karena masih jauh dari target nasional. Bapak Presiden menargetkan tahun ini seharusnya berada di angka 14 persen," paparnya.

Sejumlah program pun dijalankan pemkab Pangkep untuk menurunkan angka stunting, termasuk pemberian makanan tambahan.

Khusus Dinas DP2KB P3A, upaya yang dilakukan yakni menjalankan kegiatan pendampingan kepada orang berisiko. calon pengantin, ibu hamil, baduta, dan balita.

"Inilah yang kami dampingi, ada tim pendamping keluarga dan ada kader Dahsyat. Jika ini berjalan lancar, semoga tidak ada lagi penambahan angka stunting," katanya. (rifai/McPangkep)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB PULANG PISAU
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 05:15 WIB
Pelaksanaan Audit Kasus Stunting Tahap I Tingkat Kabupaten Pulang Pisau
  • Oleh MC KAB PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 20:42 WIB
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Pangkep Tanam 1.000 Bibit Pohon
  • Oleh MC KOTA SINGKAWANG
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 12:00 WIB
Tim Setwapres Tinjau Pelayanan Stunting di Posyandu Singkawang
  • Oleh MC KOTA SUBULUSSALAM
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 15:55 WIB
PKK Kota Subulussalam Aceh Lakukan Pembinaan Gammawar di Tangga Besi
  • Oleh MC KAB GAYO LUES
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 19:17 WIB
Kasus Stunting di Gayo Lues Turun hingga 15 Persen
  • Oleh MC KAB PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 09:32 WIB
Jelang Iduladha, Bupati Pangkep Lakukan Sidak ke Pasar Sentral Pangkajene