Intervensi Spesifik Penurunan Stunting, Pemko Banda Aceh Sambut Kedatangan Tim Kemenkes

:


Oleh MC KOTA BANDA ACEH, Jumat, 17 Mei 2024 | 09:36 WIB - Redaktur: Juli - 59


Banda Aceh, InfoPublik – Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Wahyudi memimpin pertemuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik penurunan stunting di Kota Banda Aceh.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Banda Aceh, Rabu (15/5/2024).

Pertemuan ini turut dihadiri oleh pejabat penting dan melibatkan lintas sektor, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Bappeda, DP3AP2KB, DPMG, Disdikbud, Dinsos, Kepala Kemenag Kota Banda Aceh, Diskominfotik, Sekretaris Dinkes, Kabid Kesmas Dinkes, Penjab Gizi Dinkes Kota Banda Aceh, Penjab Ibu Hamil, Penjab Anak Dinkes Kota Banda Aceh, Penjab Pendidikan Dasar, Penjab Imunisasi, serta Satgas Stunting.

Sekda Kota Banda Aceh, Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Kemenkes RI dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya penurunan stunting di Kota Banda Aceh.

Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai program intervensi yang telah direncanakan dan dilaksanakan.

Dia juga mengajak semua pihak terkait untuk bekerja lebih keras dalam mencapai target penurunan stunting yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes memaparkan capaian intervensi spesifik penurunan stunting pada 2023 serta capaian intervensi spesifik triwulan I tahun 2024.

Lukman menjelaskan bahwa pada 2023, berbagai program intervensi telah berhasil dilaksanakan dengan baik, menghasilkan penurunan signifikan dalam angka stunting di Kota Banda Aceh.

Capaian ini mencerminkan upaya keras dan kolaborasi yang efektif antara pemerintah kota, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Memasuki triwulan I tahun 2024, capaian intervensi spesifik terus menunjukkan hasil yang positif. Lukman menyoroti peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, serta implementasi program gizi yang lebih intensif sebagai faktor kunci dalam keberhasilan ini.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat program-program yang sudah berjalan dan berinovasi dalam metode intervensi untuk memastikan setiap anak di Banda Aceh tumbuh dengan sehat dan bebas dari stunting,” ujar Lukman.

Adapun Capaian Intervensi Spesifik Stunting 2023 yaitu Rematri yang mendapat skrining anemia: 48 persen, remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD): 64 persen, Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal 6 kali: 69 persen, Ibu hamil yang mengonsumsi TTD selama kehamilan: 92 persen, Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang mendapat tambahan asupan gizi: 90 persen, Pemantauan pertumbuhan balita: 83,1 persen, Bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif: 71 persen, Anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI): 70 persen, Balita gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi: 80 persen, Balita gizi buruk yang mendapat pelayanan tatalaksana gizi buruk: 90 persen, Balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap: 37,5 persen, Desa yang bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS): 100 persen.

Selanjutnya, Capaian Intervensi Spesifik Triwulan I Tahun 2024 yaitu Rematri yang mendapat skrining anemia: 0 persen (Kegiatan direncanakan pada bulan Agustus 2024), Rematri yang mengonsumsi TTD: 55,3 persen, Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal 6 kali: 11,2 persen, Ibu hamil yang mengonsumsi TTD selama kehamilan: 22,5 persen, Ibu hamil dengan KEK yang mendapat tambahan asupan gizi: 100 persen, Pemantauan pertumbuhan balita: 85,7 persen, Bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif: 60,3 persen, Anak usia 6-23 bulan yang mendapat MP-ASI: 65 persen, Balita gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi: 10 persen, Balita gizi buruk yang mendapat pelayanan tatalaksana gizi buruk: 100 persen, Balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap: 6 persen, Desa yang bebas dari BABS: 100 persen.

Pada akhir sesi pertemuan Monev Pelaksanaan Intervensi Spesifik Penurunan Stunting di Kota Banda Aceh, Sekda Wahyudi dan Kepala Dinkes Lukman mengharapkan pada triwulan selanjutnya, capaian intervensi spesifik yang telah direncanakan dapat terealisasi dengan optimal, sehingga mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

"Kami optimis bahwa dengan upaya bersama dan pengawasan yang ketat, kita dapat merealisasikan semua program yang telah direncanakan. Semoga intervensi spesifik yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Kota Banda Aceh.” tambah Lukman.(TM/Hz)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Sabtu, 15 Juni 2024 | 23:32 WIB
Ratusan Pasukan Oranye di Banda Aceh Terima Zakat dari Baitul Mal
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Sabtu, 15 Juni 2024 | 23:30 WIB
Camat Baiturrahman Lantik Pj Keuchik Gampong Sukaramai
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:36 WIB
Pj Wali Kota Banda Aceh Serahkan Zakat untuk 603 Petugas Kebersihan
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 15:19 WIB
Dinsos Serahkan 32 Unit Kursi Roda untuk Lansia di Kota Banda Aceh
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 11:09 WIB
Amiruddin Tinjau Perekaman E-KTP Pemilih Pemula Pilkada
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 10:54 WIB
Puluhan Guru Dayah Dilatih Penyusunan Instrumen Borang Akreditasi Dayah