Atasi Daerah Terpencil, Pj.Bupati Malra Luncurkan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak

: Penjabat (Pj) Bupati Maluku Tenggara foto bersama dengan Pj.Sekda,Kepala Kantor Agama dan pimpinan OPD. foto : Jeverth/Mc.Malra


Oleh MC KAB MALUKU TENGGARA, Kamis, 16 Mei 2024 | 12:25 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 220


Langgur,InfoPublik - Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) adalah pelayanan kesehatan yang dilaksanakan tenaga kesehatan dan non kesehatan untuk meningkatkan akses ketersediaan pelayanan kesehatan di daerah terpencil  dan sangat terpencil yang  tidak memiliki fasilitas kesehatan dan daerah yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan.

“kebijakan pelayanan kesehatan bergerak sangat sesuai dengan kondisi karakteristik wilayah Maluku Tenggara (Malra) yang  terkendala konektivitas dan aksesibilitas”ujar Penjbat Bupati Malra,Jasmono di Hotel Suita, Rabu (15/5/2024).

Permasalahan utama yang dihadapi di Indonesia secara nasional dan di Malra secara khusus dalam pelayanan kesehatan adalah terbatasnya akses masyarakat di daerah perbatasan, terpencil  dan sangat terpencil.

Dalam konteks pembangunan di kawasan perbatasan termasuk di Malra, Pemerintah telah memberikan perhatian yang sangat besar termasuk di bidang kesehatan.

“Untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat di daerah ini ,pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sejak 2018 telah menetapkan kebijakan lokus PKB,”katanya.

Lingkup PKB meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, pelayanan kesehatan spesialistik serta pelayanan kesehatan lainnya yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil analisis masalah yang dilakukan dalam tahapan persiapan.

Pada 2024, Malra menjadi salah satu Kabupaten lokus PKB dengan Ohoi (desa) Lokus yang terpilih di Ohoi Wer Frawav Kecamatan Kei Besar Utara Barat.

Menurutnya, mengingat ini adalah tahun pertama pelaksanaan Kegiatan PKB, dirinya berharap seluruh tahapan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara optimal sehingga tujuan program Pelayanan Kesehatan Bergerak dapat tercapai.

PKB diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah kesehatan di masyarakat terutarna masalah - masalah kesehatan yang telah ditetapkan sebagai masalah prioritas nasional dan menjadi lingkup isu strategis daerah antara lain Stunting, Kematian Ibu dan Bayi, Gizi Buruk, Penyakit TBC, Penyakit HIV, Diabetes Melitus, serta masalah kesehatan lainnya yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat.

Jasmono memerintahkan Camat dan Kepala Ohoi untuk memberikan dukungan penuh kepada  Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

kegiatan PKB ini harus terus dilanjutkan tahun dengan menetapakan lokus-lokus yang baru sehingga masyarakat Malra di wilayah terpencil dan sangat terpencil dapat merasakan manfaat dari program PKB. (MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun/eyv)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB BENER MERIAH
  • Minggu, 16 Juni 2024 | 10:10 WIB
1.391 Bumil dan Anak Stunting di Bener Meriah Dapat Jatah Daging Kurban
  • Oleh MC KAB AGAM
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 05:14 WIB
Pemkabn Agam Fokus Tingkatkan Kualitas SDM dan Perangi Stunting
  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 22:44 WIB
Diskominfotik Provinsi Gorontalo Dukung Diseminasi Informasi BPJS Kesehatan
  • Oleh MC KAB PULANG PISAU
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 05:15 WIB
Pelaksanaan Audit Kasus Stunting Tahap I Tingkat Kabupaten Pulang Pisau
  • Oleh MC KOTA SINGKAWANG
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 12:00 WIB
Tim Setwapres Tinjau Pelayanan Stunting di Posyandu Singkawang
  • Oleh MC KOTA SUBULUSSALAM
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 15:55 WIB
PKK Kota Subulussalam Aceh Lakukan Pembinaan Gammawar di Tangga Besi