Pencari Rotan di Simeulue Temukan Ladang Bunga Langka
Simeulue, InfoPublik - Spesies bunga langka jenis rafflesia atau sering disebut bunga bangkai, ditemukan pasangan suami isteri (pasturi), Yusfardi Husin (32) dan Fifi Maria Mustari (25), yang sedang mencari rotan di kawasan pegunungan hutan Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Sabtu (10/6/2023) lalu.
Bunga rafflesia yang ditemukan warga miskin pencari rotan itu, tidak hanya satu bunga rafflesia namun dalam jumlah banyak, ada sekitar 11 titik tumbuhnya bunga rafflesia yang tumbuh dan tersebar berdekatan dalam satu lokasi yang didominasi tumbuhan rotan jenis sibalio dan tanaman liar lainnya.
Awalnya pasangan suami isteri pencari rotan itu, ketakutan saat menemukan dan melihat bunga rafflesia tersebut, yang dikira sarang tawon.
Hal itu dijelaskan, Yusfardi Husin, di dampingi isterinya dilokasi areal tumbuhnya bunga rafflesia, Minggu (18/6/2023).
"Saya dan isteri, ketakutan saat menemukan dan melihat bunga itu, kami kira sarang tawon. Dan setelah kami perhatikan, dalam benda itu berwarna merah dan mengkilat dengan kelopak yang besar dan hari ini kita hitung ada 11 titik yang tumbuh bunga itu, ada yang sudah habis masa mekarnya dan ada yang lagi masih tumbuh," kata Yusfardi Husin.
Kemudian lanjut Yusfardi Husin, setelah mengetahui benda tersebut tidak berbahaya namun bentuknya dinilai aneh dan menarik perhatian pasturi pencari rotan tersebut, dengan menggunakan handphone pribadinya untuk dokumentasi serta hasil temuannya itu tak lupa share ke media sosial, sehingga mematik perhatian Saldianto, alumni lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2010 silam.
"Setelah saya share di media sosial, tidak lama kemudian saya dihubungi pak Saldianto, untuk mempastikannya dan sepakat kami meninjau serta melihat langsung bunga itu di lokasi, yang kebetulan tumbuhnya bunga itu di areal kebun saya. Sehingga hal itu memudahkan saya dan isteri untuk memantau perkembangan bunga tersebut," imbuh pencari rotan tersebut.
Hal senada juga disampaikan Saldianto, alumni ahli Kultur Jaringan Tumbuhan ITB tahun 2010 silam, yang ditemui, Minggu (18/6/2023).
"Dokumentasi visual bunga rafflesia yang ditemukan pak Yusfardi Husin, saat beliau mencari rotan, telah kita kirim kepada kawan-kawan yang bertugas di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mendapat perhatian serius dari pihak BRIN," kata Saldianto.
Menurut Saldianto, yang juga telah sampai dilokasi bunga Rafflesia tersebut, untuk pengambilan dokumentasi visual area geografis sehingga diperkirakan pihak BRIN akan sampai di Simeulue, untuk memulai riset terhadap tumbuhan bunga langka itu, disebabkan jarang ditemukan spesies bunga langka yang tumbuh dalam jumlah banyak dalam satu lokasi.
"Bayangkan ada belasan knop atau titik bunga rafflesia yang tumbuh secara alami dialam liar. Artinya spesies ini jarang ditemukan di wilayah manapun dan kemungkinan hanya ada di pulau Simeulue, sehingga menarik perhatian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dalam waktu dekat ini akan tiba di Simeulue", tutup alumni ITB. (mc06)
© Copyright 2026, All Rights Reserved