Jakarta, InfoPublik – Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masih berlangsung terkendali pada hari kedua pelaksanaan Posko Pusat Angkutan Nataru.
Ketua Shift III Posko Pusat Angkutan Nataru Kementerian Perhubungan, Sugiyarto, menyampaikan bahwa data yang dihimpun melalui Strategy Hub per Sabtu (20/12/2025) pukul 06.15 WIB telah dikonfirmasi lintas sektor darat, laut, udara, perkeretaapian, dan penyeberangan.
“Data ini kami ambil dari Strategy Hub dan sudah dikonfirmasi ke seluruh matra, sehingga dapat dijadikan rujukan laporan resmi kepada pimpinan,” ujar Sugiyarto di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Pada hari kedua operasi, produksi sarana angkutan tercatat sebagai berikut: kereta api antarkota sebanyak 96 ribu sarana dengan akumulasi 467 ribu, kereta api perkotaan dan regional 189 ribu sarana dengan akumulasi 663 ribu, angkutan udara domestik 2.130 penerbangan dengan akumulasi 4.235 penerbangan, serta angkutan udara internasional 350 penerbangan dengan total 703 penerbangan.
Sementara itu, angkutan laut tercatat 1,54 juta sarana dengan akumulasi 3,15 juta, penyeberangan 1.245 sarana dengan total 2.499, dan angkutan jalan melalui terminal A dan B sebanyak 10.811 sarana dengan akumulasi 21.406.
Dari sisi penumpang, realisasi harian menunjukkan angkutan kereta api antarkota sebanyak 182.793 penumpang dengan akumulasi 330.965, kereta api perkotaan dan regional 54.219 penumpang dengan total 223.054, angkutan udara domestik 200.857 penumpang dengan akumulasi 399.863, serta angkutan udara internasional 54.081 penumpang dengan total 112.369.
Untuk angkutan laut, jumlah penumpang harian tercatat 94.875 dengan akumulasi 213.305, penyeberangan 162.513 penumpang dengan total 312.332, dan angkutan jalan sebanyak 141.169 penumpang dengan akumulasi 274.026.
Sugiyarto juga menyampaikan kinerja ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) angkutan umum relatif baik. Kereta api antarkota mencatat OTP 98,40 persen, kereta api perkotaan dan regional 100 persen, serta angkutan penyeberangan 98,2 persen. Untuk angkutan udara, OTP domestik berada di angka 63,43 persen dan internasional 76,92 persen.
Adapun data kecelakaan lalu lintas hingga pagi hari ini tercatat sebanyak 140 kejadian, dengan korban meninggal dunia 17 orang, luka berat 14 orang, dan luka ringan 177 orang. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,07 miliar, dengan kecelakaan didominasi kendaraan roda dua.
Sugiyarto menekankan pentingnya kewaspadaan pada periode akhir pekan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur yang diprediksi menjadi titik padat pergerakan selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami meminta seluruh matra terus memantau kecukupan dan kesiapan armada. Jika ada indikasi kekurangan atau lonjakan pergerakan, segera dilaporkan agar dapat ditangani cepat,” tegasnya.
Posko Pusat Angkutan Nataru akan terus melakukan pemantauan intensif, termasuk perkembangan cuaca dan kesiapan bandara, pelabuhan, terminal, serta simpul transportasi lainnya, guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.