Jakarta, InfoPublik - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengungkapkan, Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng, Tangerang) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali) merupakan dua bandara tersibuk sepanjang periode angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), jumlah penumpang pada puncak arus keberangkatan hari ini, Jumat (20/12/2024) diproyeksi mencapai 185 ribu orang, sementara di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebanyak 83 ribu penumpang. Secara keseluruhan (37 bandara), jumlah pergerakan penumpang pesawat mencapai 605 ribu penumpang di puncak arus keberangkatan hari ini.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri BUMN Erick Thohir pada siang ini, Jumat 20 Desember 2024, meninjau langsung arus puncak di Bandara Soekarno-Hatta, didampingi Direktur Utama InJourney Maya Watono dan Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi mengatakan, rencana operasi telah disiapkan di seluruh bandara untuk memastikan kelancaran seluruh proses di bandara pada puncak arus keberangkatan.
"Pada puncak arus keberangkatan menjelang Natal, bandara InJourney Airports fokus memastikan seluruh titik penting yang berhubungan langsung dengan penumpang pesawat (touchpoint) dapat terlayani dengan baik. Prioritas bagi kami adalah keamanan, keselamatan dan pelayanan kepada penumpang pesawat," ujar Faik Fahmi pada Jumat (20/12/2024).
Titik penting yang menjadi perhatian InJourney Airports saat puncak arus keberangkatan, yakni antara lain memastikan kelancaran lalu lintas kendaraan pada pick up zone dan drop off area penumpang pesawat, pemeriksaan yang cepat dan tepat pada pada security check point (SCP), kelancaran proses pelaporan penumpang pada konter check in, kecepatan penanganan bagasi dari terminal ke pesawat dan sebaliknya, serta kebersihan seluruh fasilitas umum yang ada di terminal penumpang pesawat.
"Kami telah memetakan sumber daya untuk optimalisasi personel bandara supaya pelayanan di seluruh touhcpoint dapat terjaga meski memasuki puncak arus keberangkatan. Touchpoint yang ada juga didukung beragam fasilitas terkini di sejumlah bandara seperti mesin self check in dan self bag drop untuk mempercepat prosec check in, kemudian Automated Tray Return System untuk mempercepat pemeriksaan barang bawaan penumpang di SCP," jelas Faik Fahmi.
InJourney Airports, lanjut dia, juga menjalankan operasional bandara berbasis lalu lintas penerbangan atau Management Operation based on Traffic (MOT) sehingga sumber daya dan fasilitas yang ada dapat difungsikan sesuai dengan kebutuhan.
Melalui rencana operasi yang dijalankan, InJourney Airports siap memastikan kelancaran operasional dan pelayanan di bandara pada puncak arus keberangkatan hari ini. Calon penumpang pesawat juga diimbau untuk tiba lebih awal di bandara untuk memproses keberangkatan.
Lalu lintas penerbangan
Adapun dalam tiga hari penyelenggaraan angkutan Nataru sejak 18 Desember 2024 hingga puncak hari ini 20 Desember 2024, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan tembus 1,11 juta.
Faik Fahmi menuturkan, puncak arus pergerakan penumpang akan kembali terjadi menjelang tahun baru dan setelah tahun baru. Sejalan dengan ini, InJourney Airports telah menerima sebanyak 3.111 permohonan penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai per 20 Desember.
Permohonan extra flight terbanyak ada di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang sebanyak 1.653 penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebanyak 449 penerbangan, kemudian Bandara Juanda Surabaya sebanyak 299 penerbangan, Bandara Supadio Pontianak sebanyak 206 penerbangan dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 88 penerbangan.
"Kami berkomitmen untuk menyediakan slot time (ketersediaan waktu take off dan landing) di bandara. Seluruh bandara InJourney Airports stand by 24 jam apabila ada permohonan penerbangan dari maskapai," imbuh Faik Fahmi.