Riwayat dan Sertifikat Imunisasi Bisa Diakses di SATUSEHAT Mobile

: Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu sedang memberikan imunisasi tetes kepada siswa sekolah/Foto: Kemenkes


Oleh Putri, Senin, 20 Mei 2024 | 23:37 WIB - Redaktur: Untung S - 244


Jakarta, InfoPublik - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan sertifikat dan notifikasi imunisasi digital yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan inovasi itu diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melengkapi imunisasi rutin agar perlindungan tubuh anak maksimal selama tumbuh kembangnya.

"Karena riwayat dan sertifikat imunisasi bisa diakses secara digital melalui smartphone. Orang tua hanya perlu menambahkan data anak sebagai profil tertaut pada akun SATUSEHAT Mobile,” kata Kunta melalui keterangam resminya pada Senin (20/5/2024).

Selanjutnya, orang tua dapat mengakses fitur ‘Vaksin dan Imunisasi’ untuk mengetahui riwayat imunisasi, mendapatkan rekomendasi, serta mengunduh sertifikat imunisasi rutin anak.

Selain SATUSEHAT Mobile, orang tua juga akan menerima notifikasi imunisasi dan jadwal pemberian imunisasi berikutnya secara otomatis melalui WhatsApp.

Kunta menjelaskan kemudahan ini merupakan hasil dari integrasi Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dan SATUSEHAT Mobile. ASIK adalah aplikasi bagi tenaga kesehatan (nakes) untuk mencatat data kesehatan individu pada program layanan luar gedung puskesmas.

Sedangkan, SATUSEHAT Mobile merupakan aplikasi kesehatan masyarakat resmi Kemenkes RI, yang merupakan hasil transformasi dari PeduliLindungi.

Plh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Yudhi Pramono mengatakan adanya dua fitur tersebut dapat membantu pemerintah dalam mengoptimalkan capaian imunisasi lengkap secara nasional.

Selama enam tahun terakhir, dari 2018-2023, lebih dari 1,8 juta anak di Indonesia tidak menerima Imunisasi Rutin Lengkap. Akibatnya, berbagai kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) terjadi dibeberapa daerah sepanjang 2023.

“Dengan adanya inovasi ini, semoga dapat memudahkan kami sebagai pemegang program untuk memantau kelengkapan imunisasi rutin di masyarakat, sekaligus mendorong orang tua memberikan imunisasi kepada anak sesuai jadwal karena informasinya tersedia,” kata Yudhi.

Menanggapi hal tersebut, United Nations Children’s Fund (UNICEF) selaku mitra pembangunan Kemenkes RI mengungkapkan bagaimana pemberian vaksin dan imunisasi berperan penting dalam mengurangi risiko kematian akibat penyakit.

Deputy Representative of UNICEF Indonesia Jean Lokenga mengatakan secara global, selama 50 tahun terakhir, vaksin telah berhasil mengurangi 80 persen kasus kematian anak.

Sedangkan, upaya imunisasi telah menyelamatkan nyawa sekitar 154 juta orang, atau setara dengan 6 nyawa setiap menit per tahunnya. Kedua inovasi ini menandai langkah maju yang signifikan untuk melindungi setiap anak melalui vaksinasi yang tepat waktu.

"Tidak boleh ada anak yang meninggal karena penyakit yang kita tahu bagaimana cara untuk mencegahnya. Karena menjangkau setiap anak dengan vaksin adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Jean.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 22:40 WIB
Bergunanya Diagnosis Penyakit Jantung dengan Stetoskop
  • Oleh Putri
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 18:17 WIB
Kematian akibat DBD Mengalami Penurunan pada 2024
  • Oleh Putri
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 18:16 WIB
Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau
  • Oleh Putri
  • Senin, 17 Juni 2024 | 09:16 WIB
TKHK Terus Memantau Kesehatan selama Puncak Haji
  • Oleh Putri
  • Minggu, 16 Juni 2024 | 20:35 WIB
Menko PMK: Pesantren Bukan Pendidikan Kelas Dua