KPK Limpahkan Berkas Perkara Gazalba Saleh ke Pengadilan Tipikor

: Gedung KPK (Foto: Pasha Yudha Ernowo Infopublik.id)


Oleh Pasha Yudha Ernowo, Rabu, 24 April 2024 | 21:48 WIB - Redaktur: Untung S - 182


Jakarta, InfoPublik - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Hakim Agung Gazalba Saleh (GS), ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat untuk segera disidangkan.

“Rabu (24/4/2024), Jaksa KPK Arif Rahman Irsady telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan dari terdakwa GS dengan dakwaan Gratifikasi dan TPPU ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat,” ucap Kepala Bagian Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, dalam keterangannya ke InfoPublik, Rabu (24/4/2024).

Lanjut Ali, KPK mendakwa GS telah melakukan TPPU sebesar Rp20 miliar. Angka tersebut naik dari temuan awal tim KPK yang memperkirakan nilai TPPU GS mencapai Rp9 miliar.

Sambung Ali, mulai saat ini penahanan terdakwa dimaksud menjadi wewenang Pengadilan Tipikor. “Lengkapnya isi dakwaan akan dibuka saat persidangan perdana pembacaan surat dakwaan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ali menerangkan pihaknya menetapkan hakim nonaktif Mahkamah Agung (MA) Gazalba Saleh (GS) sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Perkara tersebut merupakan pengembangan perkara kasus suap penanganan perkara di MA yang kini sedang berproses. Pada sore hari ini, KPK tetapkan GS, hakim agung pada Mahkamah Agung dengan Pasal gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” ujarnya.

Ali mengatakan, penetapan tersangka ini saat dilakukan pengumpulan alat bukti terkait dugaan penerimaan suap pengurusan perkara di MA dengan Tersangka GS.

“Tim Penyidik menemukan adanya dugaan perbuatan pidana lain berupa penerimaan gratifikasi dalam penanganan perkara yang pernah disidangkan oleh GS sebagai salah satu hakimnya,” terangnya.

Ali menjelaskan, selain itu turut diduga adanya tindakan pencucian uang berupa menyembunyikan dan menyamarkan asal usul harta bendanya melalui mentransfer, membelanjakan dan menukarkan dengan mata uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi dan penyuapan.

“Penerapan TPPU merupakan salah satu instrumen yang menjadi prioritas KPK agar aset recovery dapat dimaksimalkan sehingga mampu memberikan efek jera bagi para pelakunya,” tutupnya. Sebelumnya, GS juga telah ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan perkara di MA.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 20:15 WIB
Ini Fokus Area KPK dalam Penguatan Pengawasan Kinerja BUMD
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 20:13 WIB
BUMD Miliki Peran Penting Sokong APBD
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 18:43 WIB
Lampaui Kompleksitas Rintangan, KPK Perkuat Integritas Civitas ITS
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 18:38 WIB
Ada Potensi Korupsi, Ini Temuan KPK di Sektor Fasilitas Pelayanan dan Kesehatan
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 17:52 WIB
Bus KPK Hadir di Surabaya, Ajak Warga Kolaborasi Bumikan Nilai Antikorupsi
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 16:08 WIB
145 Perguruan Tinggi Buka SNBT 2024
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 23:08 WIB
Sebagai Epicentrum of Justice, Transformasi Digital MA Patut Jadi Contoh