Mensesneg : PNS Kemensetneg adalah Pengatur Lalu Lintas Kementerian dengan Presiden dan Wapres

:


Oleh Untung S, Senin, 1 Februari 2021 | 22:34 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 666


Jakarta, InfoPublik - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, mengatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditempatkan di lingkungan Sekretariat Kabinet dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) adalah pengatur lalu lintas antara kementerian dengan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Hal ini disampaikan Mensesneg, saat memberikan pengarahan kepada 60 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Setkab dan Kemensetneg) di Jakarta, secara virtual, Senin, (1/2/2021).

Ke-60 CPNS Setkab itu merupakan bagian dari 106 CPNS di lingkungan Setkab dan Kemensetneg Tahun Anggaran 2019 yang menerima SK dari Mensesneg.

Pengangkatan menjadi CPNS tersebut tertuang dalam KepMensesneg Nomor 347 tahun 2020 tanggal 30 Desember 2020, dengan terhitung mulai tanggal (tmt) 1 Februari 2021 akan mulai melaksanakan tugas.

Mengawali arahannya, Mensesneg Pratikno menyampaikan ucapan selamat bergabung kepada para CPNS itu yang menjadi warga baru di lingkungan lembaga kepresidenan.

“Saya ucapkan selamat bergabung dengan keluarga besar Kementerian Sekretariat Negara,” katanya.

Mensesneg mengungkapkan, para CPNS itu ditempatkan pada institusi yang bekerja langsung mendukung Presiden dan Wakil Presiden.

“Kita ini adalah pengatur lalu lintas antara kementerian dengan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden. Saya sering menyebutnya kita ini adalah, seperti kalau di dalam di dunia penerbangan, kita ini adalah menara pengawas, seperti air traffic controller,” ujarnya.

Setkab dan Kemensetneg, imbuh Pratikno, memiliki tugas untuk mengatur lalu lintas  tersebut secara keseluruhan.

“Mulai dari administrasi, misalnya penjadwalan, mengatur pertemuan, protokoler sampai kepada kebijakan-kebijakan besar, mulai dari Perpres, kemudian PP sampai dengan undang-undang, Keppres juga,” imbuhnya.

Pratikno menegaskan, sebagai pembantu langsung Presiden dan Wakil Presiden bekerja di lingkungan Setkab dan Kemensetneg harus jauh dari kesalahan. “Kita ini harus betul-betul meminimalisir kesalahan, bahkan menihilkan kesalahan, harus zero mistake. Maka ketelitian menjadi penting, akurasi menjadi sangat penting,” tegasnya.

Tidak hanya itu, menurut Mensesneg, para pegawai di lingkungan lembaga kepresidenan harus menjadi teladan. Ia juga menekankan pentingnya untuk terus melakukan inovasi dalam bekerja.

“Kami sangat mengharapkan saudara-saudara jangan takut untuk melakukan melihat, menelaah, menganalisis, dan memberikan masukan-masukan. Karena inovasi bukanlah inovasi pimpinan semata-mata, inovasi adalah sebuah inovasi kolektif,” tuturnya.

Terakhir, Pratikno berpesan agar para CPNS tersebut menjadi pembelajar yang baik dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di dunia kerja. “Jadilah pembelajar yang baik. Belajar itu tidak harus kuliah, belajar itu pekerja pun belajar. Bekerja belajar itu tidak berarti ikut training, belajar sendiri jauh lebih dahsyat,” pesannya.

Mensesneg menambahkan, lembaga kepresidenan terus membangun ekosistem untuk menunjang proses pembelajaran tersebut. “Kami ingin mendorong Anda-Anda anak muda untuk terus mengasah karakter belajarnya. Kami berusaha keras untuk memberikan/membangun ekosistem belajar mandiri bagi Saudara-saudara semuanya,” tambahnya. (Foto: Humas Setkab/Istimewa)