Jakarta, InfoPublik – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak generasi muda dan mahasiswa untuk menjadikan lembaga koperasi sebagai laboratorium bisnis serta wadah usaha kolektif.
Langkah ini dinilai sangat strategis dalam mencetak lapangan kerja baru sekaligus mempercepat akselerasi inovasi ekonomi berbasis daerah.
Hal tersebut ditegaskan Menkop Ferry saat memberikan arahan dalam Talkshow "Indonesia Punya Kamu" di Universitas Andalas (Unand), Padang, Selasa (15/9/2026).
Dalam forum tersebut, Ferry menyampaikan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Tekad kuat dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah wajah desa menjadi lebih kuat dan berdaya saing hanya dapat dilakukan melalui koperasi,” ujar Ferry, seperti dikutip InfoPublik (17/9/2026).
Ia menjelaskan, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat distribusi barang bersubsidi, penyerap (offtaker) hasil produksi UMKM desa, hingga rantai penyalur program bantuan sosial pemerintah secara terpadu.
Guna memperkuat daya saing, Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong digitalisasi tata kelola agar entitas koperasi berani merambah sektor produksi, distribusi, dan industri kreatif, tidak sekadar berfokus pada aktivitas simpan pinjam.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkop dan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang pemenuhan standar mutu serta keamanan sediaan farmasi dan pangan olahan pada produk koperasi.
Rektor Unand, Efa Yonnedi, mengapresiasi komitmen pemerintah dan menegaskan kesiapan civitas akademika dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui inovasi riset terapan.
Unand telah membuktikan kontribusinya lewat hilirisasi riset, seperti produksi massal tinta organik berbasis tanaman gambir serta puluhan reagen bioteknologi kesehatan untuk menopang kemandirian bangsa. (Humas Kemenkop)