Kementan Dorong Peningkatan Produksi Padi dan Jagung di Maluku

:


Oleh Baheramsyah, Kamis, 15 September 2016 | 15:29 WIB - Redaktur: R. Mustakim - 798


Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pertanian melalui program upaya khusus atau upsus terus mendorong peningkatan produksi padi dan jagung di berbagai daerah guna mendukung tercapainya target swasembada pangan nasional. Salah satu yang jadi fokus perhatian yakni Provinsi Maluku.

Berkaitan dengan upaya ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Maluku Said Assegaff, Pandam XVI/Pattimura Mayjend TNI Doni Munardo, Kapolda Maluku Brigjen Pol Ilham Salahudin dan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua melakukan tanam padi di lahan cetak sawah baru 600 ha di Desa Samal, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan panen padi pada hamparan 5.000 hektare di Desa Loping Mulyo, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah.

Mentan Amran menyampaikan di tahun 2017 Kementan akan memberikan bantuan untuk pengembangan pertanian di Provinsi Maluku meliputi 100 ribu ha jagung, 10 ribu ha cetak sawah baru dari tahun 2016 hanya 3.125 ribu ha dan 250 ha untuk bawang merah. Bantuan ini berupa benih, pupuk dan alat mesin pertanian yang dikawal pihak TNI  dengan membentuk tim brigade.

Selain itu, lanjut Amran, Kementan akan memberikan  traktor besar 4 roda 30 unit, dan pompa air 50 unit. Khusus di Maluku Tengah, bantuan yang akan diberikan yakni pompa air besar 10 unit untuk mengairi sawah cetak baru 6.500 ha dan traktor roda 4 sebanyak 5 unit.

"Hal ini agar Maluku dapat mencukupi kebutuhan beras dari produksi sendiri karena selama ini masih didatangkan dari daerah lain yaitu Sulawesi Selatan," kata Menteri Amran saat sambutan di lokasi tanam padi di Maluku, Kamis (15/9).

Mentan meminta traktor bantuan ini tidak boleh tidur. Harus kerja terus membajak lahan petani.

Gubernur Maluku Said Assegaff menyampaikan adanya program Kementan yang bekerja sama dengan pihak TNI telah merubah wajah pertanian di Maluku khususnya Maluku Tengah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lahan-lahan terlantar kini telah dijadikan lahan pertanian produktif yang dapat ditanami padi, jagung dan tanaman hortikultura.

"Artinya akan ada peningkatan kesejahteraan pada masyarakat karena ada penambahan dan peningkatan produksi pangan," ujarnya.

 

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengatakan produksi beras di Maluku Tengah sampai saat ini masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi masih mengharapkan bantuan berupa teknologi intentif berupa sistem tanam jajar legowo, benih dan alat mesin pertanian. Petani pun mengharapkan jaminan pemasaran hasil pertanian agar petani lebih bersemangat dalam meningkatkan produksi pangan.

"Kami optimis dalam pencanangan tanam padi sawah pada cetak sawah baru ini dapat mengentaskan kemiskinan petani melalui adanya peningkatan produksi padi," kata Bupati Tuasikal dalam sambutan yang disampaikan Wakil Bupati Marlatu Leleury.

Menurutnya, produktivitas padi di lahan cetak sawah baru dengan menggunakan sistem tanam tradisional diprediksi mencapai 5 ton per ha gabah kering giling (GKG).

"Namun ke depan dengan adanya bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat,  akan menerapkan sistem tanam jajar legowo yang produktivitasnya dapat mencapai 7 ton GKG," tuturnya.

Sementara itu, Pandam XVI/Pattimura, Doni Munardo mengatakan produksi pangan saat ini di Maluku telah mengalami peningkatan berkat program cetak sawah baru dan bantuan lain dari pemerintah. Untuk itu, ia berharap agar semua pihak bersama-sama meningkatkan produksi pangan.

"Sebab apabila produksi pangan terpenuhi, maka dapat menjamin ketahanan nasional," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, usai melakukan tanam dan panen padi, Mentan beserta rombongan melakukan tanam jagung pada hamparan 1.000 ha di Desa Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas mengatakan untuk mendukung peningkatan produksi jagung nasional khususnya di Propinsi Maluku, Kabupaten Seram Bagian Timur akan menyiapkan lahan jagung 5.000 ha di tahun 2017.

“Berkaitan dengan ini, kami sangat berharap bantuan pemerintah pusat agar petani dapat memanfaatkan lahan untuk menanam jagung,” pungkasnya.