Jakarta, InfoPublik – Monumen Pers Nasional (Monpers) Surakarta, Jawa Tengah, sebuah Unit Pelayanan Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Ditjen KPM Kemkomdigi), terus berinovasi untuk melayani masyarakat. Kali ini, Monpers menambah koleksi layanan barunya dengan menghadirkan Perpustakaan Anak. Penambahan ini melengkapi lima layanan utama yang kini dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung.
Kepala Monpers Surakarta, Widodo Hastjaryo, mengatakan, layanan terbaru ini resmi dibuka pada 2024 lalu atau baru satu tahun.
"Layanan perpustakaan ini menempati ruang khusus yang dirancang agar anak-anak nyaman membaca, dilengkapi dengan TV, kursi anak, karpet, hingga sejumlah mainan edukatif," ujar Widodo saat dihubungi InfoPublik pada Senin (4/8/2025).
Dengan penambahan ini, Monpers Surakarta kini memiliki enam layanan publik, berdasarkan Kepmen Kominfo Nomor 555 Tahun 2013, yaitu:
- Layanan Museum Pers: Memamerkan koleksi benda pers dan peninggalan bersejarah wartawan/jurnalis.
- Layanan Papan Baca: Menyediakan media cetak terbaru untuk dibaca di tempat.
- Layanan Epaper/Dokumentasi: Mengarsipkan media cetak dan e-paper, dengan koleksi tertua sejak 1820.
- Layanan Perpustakaan Umum: Menyediakan koleksi buku pustaka yang dapat diakses secara daring melalui katalog perpustakaan online.
- Layanan Virtual Tour: Mengikuti perkembangan digital dan situasi pandemi, Monpers telah menata ulang ruang pameran untuk memfasilitasi tur virtual, sehingga masyarakat dapat menikmati koleksi tanpa harus datang langsung ke lokasi.
- Layanan Perpustakaan Anak: Ruang baca yang didesain khusus untuk anak-anak dengan fasilitas pendukung yang edukatif dan interaktif.
Widodo menambahkan, Monpers juga terus melakukan transformasi digital dengan melakukan digitalisasi koleksi dari hardcopy ke softcopy. Koleksi digital ini dapat diakses melalui website resmi Monpers dan media sosial.
Selain itu revitalisasi fisik gedung juga telah dilakukan untuk mendukung layanan virtual tour, sehingga masyarakat bisa menikmati pameran dari mana saja.
Monpers Surakarta sendiri memiliki sejarah panjang. Dibangun pada 1918 atas prakarsa KGPAA Mangkunegara VII, gedung ini dulunya dikenal sebagai Gedung Societeit Mangkunegara.
Sejak diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1978, Monpers secara konsisten merawat dan memamerkan sejarah pers nasional. Pada 2018, gedung ini juga telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.
Dengan adanya layanan terbaru ini, Monpers Surakarta berharap dapat terus berperan aktif dalam melestarikan dan menyebarluaskan sejarah pers Indonesia kepada masyarakat luas, sekaligus beradaptasi dengan era transformasi digital.