Mendagri: Satu Data Indonesia Permudah Koordinasi Pembangunan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (ANTARA/HO-Puspen Kementerian Dalam Negeri)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (ANTARA/HO-Puspen Kementerian Dalam Negeri)
Jakarta, InfoPublik - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan, integrasi data pemerintah secara penuh akan membantu seluruh tingkatan pemerintah daerah—mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa—mengetahui serta menyelaraskan program pembangunan pusat secara akurat dan lebih cepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian, melalui keterangan resmi, dalam Sosialisasi Undang-Undang Satu Data Indonesia (SDI) yang berlangsung di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Jakarta, Kamis (5/11/2026). "Kita membayangkan, kami melihat bahwa untuk memutus kesulitan-kesulitan itu, ini berarti kita mungkin mengintegrasikan semua pemilik data, ini diintegrasikan dalam satu sistem, yaitu Satu Data Indonesia," ujar Tito.
Mendagri Tito mencontohkan, kendala akses informasi yang selama ini dialami Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, hingga batasan koordinasi yang kerap dihadapi para kepala desa saat berupaya mengetahui program pembangunan dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.
Ia menekankan, interoperabilitas data atau kemampuan antarsistem informasi pemerintah untuk saling terhubung adalah kunci utama dalam mengatasi persoalan tersebut.
Menurut Tito, ketersediaan data yang terintegrasi memegang peranan krusial untuk mendukung seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi akhir.
Selain itu, keterbukaan informasi diyakini mampu mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) program antarinstansi, seperti pada sektor infrastruktur jalan, irigasi pertanian, hingga pengembangan UMKM.
Guna melengkapi percepatan integrasi tersebut, Tito juga menyoroti potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sistem SDI.
Teknologi AI dinilai dapat mempermudah para kepala daerah mencari dan menampilkan pemetaan program pembangunan secara instan. "Dengan satu data ini, nanti AI, Pak Rudi cukup mengeklik saja, AI program kementerian, misalnya pemerintah pusat di Kalimantan Timur, keluar," kata Mendagri Tito Karnavian.