[WAWANCARA KHUSUS] BMKG Imbau Pemudik Waspadai Perubahan Cuaca
Jakarta, InfoPublik - Jelang Hari Raya Idulfitri 1444 H, salah satu momen yang dinanti adalah mudik. Masyarakat akan berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk sekedar berlebaran bersama kerabat. Pilihan moda transportasi juga kini makin beragam. Namun begitu pemudik juga harus tetap waspada terhadap berbagai kondisi sehingga faktor keselamatan dan kenyamanan saat mudik harus menjadi perhatian. Salah satunya adalah potensi perubahan cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi perubahan cuaca akan terjadi di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan juga Papua.
Perubahan cuaca saat mudik tentu tidak bisa disepelekan. Untuk mengetahui seberapa krusial faktor cuaca mendukung kelancaran mudik Lebaran 2023, berikut ini petikan wawancara tim GPR TV bersama dengan Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, beberapa waktu lalu.
Apa yang harus menjadi perhatian masyarakat terkait cuaca sehingga saat mudik bisa lancar?
Perlu disampaikan bahwa untuk periode April ini sebagian besar wilayah Indonesia itu sudah mulai memasuki periode peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau. Sehingga periode April dan Mei ini, kita memasuki periode pancaroba. Periode mudik pada akhir April atau menuju April nanti berada pada periode-periode di mana kondisi cuaca umumnya cerah berawan. Tetapi potensi hujan ringan hingga sedang bahkan lebat dalam durasi singkat dapat terjadi.
Kemudian terkait potensi Siklon Tropis yang saat ini masih eksis di wilayah Samudra Hindia, selatan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), berdasarkan analisis terakhir, bibit Siklon 98S yang sebelumnya telah kita monitoring kemudian dilakukan analisis dan informasi ke masyarakat, saat ini sudah menjadi Siklon Tropis Lisa. Pergerakannya akan memasuki wilayah Australia. Pergerakan Siklon Tropis Lisa yang tadinya adalah bibit Siklon 98s, menjauhi wilayah Indonesia sehingga dalam beberapa hari ke depan dampaknya tidak terlalu signifikan dan ini diprediksikan semakin menjauhi wilayah Indonesia.
Kemudian untuk potensi cuaca, untuk wilayah NTT yang notabene beberapa hari terakhir cukup terpengaruh adanya bibit Siklon 98S. Untuk beberapa hari ke depan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang durasi singkat, masih dapat terjadi meskipun tidak terlalu ekstrim. Pemicunya yaitu Siklon Tropis Lisa yang saat ini terbentuk meski sudah mulai menjauhi wilayah Indonesia.
Jika nantinya cuaca buruk saat pelaksanaan mudik berlangsung, apa yang harus dilakukan oleh operator mudik?
Kami berkoordinasi dengan sangat baik dengan operator pelayaran, penerbangan, Syahbandar, terkait dengan diseminasi informasi cuaca. Karena BMKG ini memiliki tupoksi untuk memonitoring perkembangan kondisi cuaca dari waktu ke waktu, untuk kemudian mendiseminasikan serta memberikan informasi kepada pihak-pihak yang terkait. Ini tentunya selalu menjadi acuan dari pihak-pihak terkait tersebut untuk menentukan apakah kondisi cuaca tersebut cukup aman untuk penyeberangan atau untuk penerbangan.
Maka pengambilan keputusan terkait dengan operasi penerbangan maupun operasi untuk penyeberangan di selat akan berdasarkan pada kondisi cuaca yang diberikan oleh BMKG. Sehingga berdasarkan hasil monitoring, prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca yang setiap saat kami informasikan ke pihak-pihak tersebut, untuk mengambil keputusan apakah kondisi cuaca tersebut bisa mempengaruhi kondisi penyeberangan atau tidak.
Jadi keputusan terkait dengan apakah akan dilakukan penutupan pelabuhan misalkan kalau kondisi cuaca buruk, maka seluruhnya itu adalah keputusan dari pihak-pihak ASDP. Tetapi rekomendasi terkait dengan kondisi cuaca tentunya BMKG akan selalu memberikan informasi yang terupdate dan lebih dini.
Apakah ini dapat berlaku saat hari H? potensi perjalanan dibatalkan karena kondisi cuaca terkini?
Bicara kondisi cuaca pada hari H, kami menginformasikan bahwa untuk tanggal 19 hingga tanggal 25, kita memasuki periode pancaroba, di periode mudik Lebaran 2023, kondisi cuaca pada siang hari umumnya berawan. Tetapi potensi hujan masih dapat terjadi di beberapa wilayah meskipun tidak merata, dimana intensitasnya ringan hingga sedang.
Kemudian potensi hujan lebat di sebagian wilayah kecil ada di sebagian wilayah Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Kalimantan bagian tengah dan Kalimantan bagian selatan. Lalu sebagian wilayah Sulawesi bagian tengah dan wilayah barat juga masih potensi hujan lebat di wilayah tersebut perlu diwaspadai. Selanjutnya untuk wilayah Papua, sebagian wilayah Papua bagian barat.
Sedangkan untuk wilayah Jawa yang notabene jalur mudiknya sangat padat diprediksikan secara umum di periode mudik antara kisaran tanggal 19 hingga 25 Tahun 2023, kondisi cuaca pada pagi menjelang siang, umumnya cerah berawan. Kemudian potensi hujan di sebagian kecil wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah ini masih perlu diwaspadai juga, tetapi tidak terlalu ekstrim kami prediksikan, intensitas umumnya ringan hingga sedang.
Untuk arus balik, bagaimana prediksi cuaca?
Mengingat arus balik diprediksi pada awal Mei, perubahan kondisi cuaca relatif lebih kondusif. Dalam artian bahwa hujan semakin berkurang, karena mulai Mei hingga Juni diprediksi menjadi awal kemarau di beberapa wilayah. Kondisi cuaca untuk periode ini lebih baik. Akan tetapi masyarakat harus tetap waspada mengingat bahwa periode pancaroba ini identik dengan kejadian cuaca ekstrem seperti puting beliung, waterspot, hujan lebat durasi singkat disertai kencang.
Kami mengimbau untuk selalu mengupdate informasi cuaca karena prakiraan cuaca ini tentunya akan mudah berubah berdasarkan kondisi-kondisi terakhir.
Bergesernya badai siklus 98S dan 90W ke arah Australia, artinya tidak perlu lagi melakukan modifikasi cuaca?
Terkait modifikasi, mengingat kondisi cuaca sebagai dampak dari Siklon Tropis ini semakin membaik, semakin kondusif, semakin menjauh, saya kira tidak terlalu urgent untuk dilakukan.
Khusus bagi pemudik yang menggunakan motor, kapal laut dan pesawat terbang, apa persiapan yang harus dilakukan oleh masyarakat?
Tentunya ketika periode pancaroba, kondisi panas pada siang hari cukup terik. Seperti yang saat ini masih dapat terjadi di periode mudik. Juga nanti adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang di siang menjelang sore hari, menjadi kewaspadaan ekstra terutama warga yang akan melakukan mudik dengan menggunakan transportasi darat baik motor maupun kendaraan pribadi untuk selalu waspada di perjalanan.
Persiapan ketika akan melakukan perjalanan harus diperhatikan untuk mengantisipasi terjadinya potensi-potensi cuaca yang bisa mengganggu perjalanan. Kemudian ketika di perjalanan pun diharapkan untuk menghindari wilayah-wilayah yang berpotensi longsor, ini juga yang harus diwaspadai dan tentunya harus mengetahui kondisi wilayah sekitar untuk bisa mengantisipasi dalam perjalanan.
Kemudian untuk transportasi penyeberangan laut tentunya juga harus waspada dan mengetahui informasi terkini terkait dengan kondisi cuaca di wilayah penyeberangan, untuk mengantisipasi ketika nanti ada cuaca buruk tentunya ada penutupan jalur penyeberangan, ini bisa dilakukan atau diketahui untuk mengantisipasi kira-kira menunggu berapa lama di wilayah di pelabuhan.
Jadi ada beberapa hal yang memang bisa diperhatikan. Kemudian update terkait kondisi cuaca di wilayah-wilayah tersebut kita akan selalu mengupdate di aplikasi info BMKG.
Masyarakat dapat mengakses informasi terkini BMKG melalui kanal apa saja?
Untuk seluruh informasi cuaca klimatologi, gempa bumi terkini dan potensi tsunami sudah kami siapkan di aplikasi Android maupun App Store di “Info BMKG”.
Kemudian di Twitter “Info BMKG” pun kami selalu mengupdate setiap saat perkembangan kondisi cuacanya. Baik Twitter, Instagram, Facebook, YouTube juga kami distribusikan atau diseminasikan seluruh informasi MKG tersebut sehingga masyarakat bisa mengakses dan mengetahui informasi terkini terkait dengan peringatan dini cuaca, potensi tsunami dan juga kejadian gempa terkini yang mungkin bisa menjadi antisipasi.