Jakarta, InfoPublik - PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua, dan Papua Barat menyiagakan 1.908 personel guna menjaga keandalan listrik selama selama bulan Ramadan, dan Idulfitri 1444 Hijriah di wilayah setempat.
Hal tersebut disampaikan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/4/2023).
Budiono mengatakan, pihaknya menyiagakan 1.908 personel yang terdiri dari 566 pegawai dan 1.342 tenaga alih daya disiagakan sebagai langkah dalam mengamankan dan mengantisipasi adanya gangguan listrik.
"Kemarin Rabu (5/4/2023) melakukan apel siaga, di mana kami ingin masyarakat di Papua yang merayakan dapat menjalani ibadah dengan kondisi yang nyaman dan terang,” katanya.
Menurut Budiono, untuk itu pihaknya melakukan pengamanan kelistrikan pada lokasi-lokasi strategis, seperti masjid, dan tempat keramaian lain dengan tetap mengindahkan keselamatan para personel yang bekerja.
“Dalam menjaga keandalan pasokan perlu adanya sinergi dari seluruh lini baik dari bidang pembangkit, transmisi, distribusi hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Budiono menyatakan, berbagai persiapan juga dilakukan diantaranya berupa memastikan ketersediaan bahan bakar, inspeksi penyulang dan gardu serta penyisiran dan pemangkasan dahan-dahan pohon yang telah mendekati jaringan listrik untuk menghindari gangguan saat listrik disalurkan ke rumah-rumah.
"Kami juga menyediakan 60 posko siaga dan sejumlah petugas yang tersebar di setiap Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja PLN UIW Papua dan Papua Barat untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan maksimal," katanya.
Dia menambahkan, beberapa upaya antisipasi dalam menghadapi gangguan juga dilaksanakan dengan menyediakan 52 unit gardu bergerak (UGB), 23 uninterruptible power supply (UPS) atau pasokan daya takterputus dan 63 unit mobile genset di setiap posko siaga tersebar.
Keterangan Foto: Suasana Apel siaga bersama di halaman Kantor PLN Papua dan Papua Barat di Kota Jayapura, Papua Rabu (5/4/2023). (ANTARA/ HO - Humas PLN Papua dan Papua Barat)