Kanigaran, InfoPublik – Gelap menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP), Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, ketika seluruh lampu dipadamkan tepat tengah malam. Hanya sepasang obor yang menyala mengiringi penghormatan kepada ratusan pahlawan dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) dini hari.
Apel yang dimulai tepat pukul 00.00 WIB itu dipimpin Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri. Prosesi berlangsung dalam suasana hening dan khidmat di TMP Kota Probolinggo, Jalan Arif Rahman Hakim.
Apel kehormatan dan renungan suci dipersembahkan untuk mengenang 400 pahlawan yang dimakamkan di TMP tersebut. Mereka terdiri atas 359 anggota TNI, dua anggota Polri, 18 pejuang rakyat, serta 21 pejuang yang tidak dikenal.
Dalam prosesi penghormatan, Rico menyampaikan penghargaan atas pengorbanan para pahlawan yang telah mengabdikan jiwa dan raga untuk bangsa dan negara.
“Menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan, dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa. Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula. Dan jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga. Kami berdoa semoga arwah saudara-saudara diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa serta mendapat tempat yang sewajarnya,” tutur Rico.
Rangkaian apel dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, penyalaan obor, pembacaan doa, dan penghormatan terakhir kepada para pahlawan.
Suasana semakin hening ketika seluruh penerangan di kawasan TMP dipadamkan. Dalam gelapnya malam, sepasang obor menjadi sumber cahaya yang mengiringi prosesi renungan.
Kesunyian dini hari membuat penghormatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk mengingat kembali perjuangan generasi terdahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengatakan renungan suci menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan perjalanan bangsa.
“Suatu kehormatan merupakan bagian dari rangkaian menghormati jasa para pahlawan terdahulu, tentu ini juga memberikan kesempatan kita untuk merefleksi. Bagaimanapun juga perjuangan itu tidak mudah, dan ini menjadi kebanggaan bagi semua pihak. Mari kepada seluruh masyarakat untuk merayakan kemerdekaan ini sebagai satu tahapan, bagaimana pembangunan dari tahun ke tahun kita perjuangkan bersama, kita tingkatkan pula kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” terang Aminuddin.
Menurutnya, perjuangan generasi saat ini memiliki bentuk yang berbeda dengan para pendahulu. Kemerdekaan perlu diteruskan melalui pembangunan dan upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut tidak hanya menjadi penghormatan kepada mereka yang telah gugur. Di tengah kesunyian makam pahlawan, momentum itu sekaligus mengingatkan generasi penerus bahwa kemerdekaan lahir dari pengorbanan dan harus diteruskan melalui pengabdian serta kerja nyata.
(Dev/fa)