Kedopok, InfoPublik – Peringatan kemerdekaan di Kota Probolinggo tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Khitanan massal, donor darah, penanganan stunting, hingga pemberian bingkisan kepada ibu yang melahirkan pada 17 Agustus menjadi cara Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam Bakti Sosial HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di RSUD Ar Rozy, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Selasa (18/8/2026).
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo, Intan Sudarmadi, mengatakan bakti sosial menjadi wujud kepedulian dan semangat gotong royong yang diarahkan pada peningkatan kesehatan serta pemberian manfaat kepada masyarakat.
“Rangkaian kegiatan bakti sosial meliputi khitanan massal, donor darah, Gerakan Sigapro bersama ASN Peduli Stunting dalam mendukung Pekan GENTING Nasional, serta pemberian bingkisan bagi pasien yang melahirkan di fasilitas kesehatan pemerintah pada 17 Agustus 2026,” jelas Intan.
Sekitar 50 anak mengikuti khitanan massal, sedangkan kegiatan donor darah diikuti sekitar 50 peserta. Sementara Gerakan Sigapro yang menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting diikuti 36 anak sebagai perwakilan.
Perhatian juga diberikan kepada ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan milik pemerintah bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi sekaligus menyambut kelahiran generasi penerus.
Menurut Intan, bakti sosial tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme, gotong royong, kepedulian sosial, dan kemanusiaan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam donor darah sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta tumbuh kembang anak.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menilai kemerdekaan perlu dimaknai sebagai kedaulatan yang diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penyelenggaraan pelayanan publik dan pengelolaan fasilitas kesehatan.
“Kita masih jauh dari berdaulat. Berdaulat dalam segi apa pun, sehingga implementasi manajerial juga harus diperbaiki,” ujar Aminuddin.
Menurutnya, setiap sektor perlu terus diarahkan untuk membangun kemandirian sehingga pemerintah daerah mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat.
“Semua hal harus menuju ke kedaulatannya masing-masing, sehingga Kota Probolinggo mampu memberikan sumbangsih pelayanan yang bagus di Kota Probolinggo,” tambahnya.
Aminuddin juga mendorong agar peringatan kemerdekaan tidak terlalu banyak diisi kegiatan yang bersifat seremonial. Kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dinilainya menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin meninjau sejumlah layanan bakti sosial, mulai dari donor darah, live cooking sebagai bagian dari edukasi gizi, hingga pelaksanaan khitanan massal.
(sit/fa)