Jakarta, InfoPublik - Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu sore (17/8/2026).
Pantauan InfoPublik melalui kanal youtube Sekretarit Presiden pada Senin (17/8/2026), suasana khidmat terasa sepanjang prosesi penurunan Sang Merah Putih. Seluruh peserta upacara mengikuti setiap tahapan dengan tertib, sementara pasukan pengibar bendera menjalankan tugasnya dengan penuh disiplin dan kehati-hatian.
Upacara sore itu menjadi penutup rangkaian peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat pusat. Prosesi berlangsung dalam suasana penuh penghormatan, terutama ketika Sang Merah Putih diturunkan secara perlahan dari tiang bendera.
Presiden Prabowo hadir mengenakan busana khas Betawi, yakni Jas Demang berwarna khaki. Penampilan tersebut berbeda dari upacara peringatan pada pagi hari, ketika Presiden mengenakan jas Betawi berwarna gelap.
Sementara itu, Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka tiba lebih awal di lokasi upacara dengan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) berwarna gelap. Pada sesi pagi, Wapres Gibran tampil mengenakan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prosesi penurunan bendera melibatkan tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang menjalankan tugas dengan gerakan terukur. Tim tersebut dipimpin Baruno Wicaksono sebagai Komandan Pasukan Kelompok 17. Baruno merupakan siswa asal SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat.
Tugas penting membawa baki bendera Merah Putih dipercayakan kepada Neeltje Deliana Insjowi Werimon, pelajar SMA Negeri 8 Jayapura asal Papua. Sementara posisi cadangan pembawa baki diisi oleh Ismi Ulfaidah, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar asal Sulawesi Barat.
Kekhidmatan semakin terasa ketika Kelompok 8 menjalankan rangkaian tugas penurunan bendera. Posisi Komandan Pasukan dijabat oleh Atanasius Meyllano Frans Yogar dari SMA Katolik Giovanni Kupang, NTT.
Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari SMA Negeri 1 Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB), bertugas sebagai penggerek bendera. Sementara Mirza Rafi Navazani dari SMA Negeri 1 Sintang, Kalimantan Barat, mendapat tugas sebagai pembentang bendera.
Kelompok 8 juga diperkuat oleh Chintya Graciella Rorong dari Sulawesi Tengah, Cinzia Christovani Marantika dari Maluku, serta Felesia Rismaito Munthe dari Sumatra Utara.
Dengan gerakan yang serempak dan penuh kehati-hatian, para anggota Paskibraka menuntaskan tugas mereka. Sang Merah Putih kemudian disimpan dengan penuh penghormatan sebagai bagian dari prosesi penutupan upacara.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat pusat. Setelah seluruh prosesi selesai, suasana khidmat tetap terasa di halaman Istana Merdeka, menutup peringatan hari kemerdekaan dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih dan semangat perjuangan para pendahulu bangsa.