Jakarta, InfoPublik — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 akan membawa kisah perjalanan Indonesia ke dalam format visual berbasis teknologi.
Melalui rangkaian Malam Merdeka, masyarakat akan diajak menyaksikan perjalanan Indonesia mulai dari masa perjuangan, Proklamasi, hingga gambaran pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu pertunjukan utama adalah Video Mapping di Tugu Monas. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB dengan menampilkan 13 konten yang didukung 32 proyektor.
Narasi yang disampaikan dalam video mapping terbagi dalam tiga fase perjalanan Indonesia, yakni perjuangan prakemerdekaan, momentum Proklamasi, serta pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Teknologi juga akan digunakan dalam pertunjukan drone. Sekitar 1.500 drone akan menghiasi langit kawasan Bundaran HI pada pukul 22.00–22.15 WIB.
Ribuan drone tersebut akan membentuk konfigurasi visual yang memadukan warna, tema, dan narasi untuk menyuguhkan nilai-nilai nasionalisme dalam satu kesatuan cerita.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan rangkaian Malam Merdeka dirancang dengan menghadirkan kreativitas dan teknologi baru. “Acara tersebut menampilkan kreativitas yang menghadirkan teknologi baru, ribuan talenta kreatif dari berbagai daerah, termasuk kisah perjalanan Indonesia lintas waktu,” ujar Teuku Riefky.
Konsep serupa juga diterapkan dalam Instalasi Immersive. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi diajak menjadi bagian dari cerita tentang Indonesia.
Instalasi tersebut menghadirkan video interaktif, image generator, lorong waktu, wishing wall, Totem Garuda, dan LED strip dengan tiga tema utama, yakni “Aku dan Indonesia”, “Harapanku untuk Indonesia”, dan “Bangga Menjadi Orang Indonesia”.
Pengalaman interaktif itu tersebar di enam titik, mencakup kawasan Monas serta Plaza Indonesia, Hotel Kempinski, dan Hotel Pullman. Teknologi dipadukan dengan talenta kreatif dan storytelling untuk mengajak masyarakat melihat hubungan dirinya dengan Indonesia dan membayangkan masa depan bangsa.
Dengan demikian, teknologi dalam Malam Merdeka tidak sekadar menjadi elemen visual, tetapi digunakan sebagai medium baru untuk menceritakan perjalanan Indonesia dan membangun pengalaman perayaan kemerdekaan yang lebih interaktif.