Jakarta, InfoPublik - Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan nasional, dan industri dalam negeri guna menjaga perdamaian serta memastikan kedaulatan negara tidak diremehkan oleh pihak manapun di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global.
"Kekuatan pertahanan Indonesia bukan untuk mengancam bangsa lain. Kekuatan itu untuk menjaga perdamaian dan memastikan tidak ada pihak yang akan meremehkan kedaulatan kita," ujar Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut presiden, di panggung diplomasi internasional, Indonesia secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memperkokoh peran ASEAN, serta memperluas kemitraan strategis dengan BRICS, Uni Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, India, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, hingga kawasan Pasifik.
Langkah itu berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang memegang teguh pedoman bahwa "seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak."
Selain menjaga geopolitik yang kondusif, strategi diplomasi luar negeri tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Penjajakan persahabatan antarnegara ditargetkan mampu membuka akses pasar ekspor bagi produk-produk lokal, menarik investasi asing, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.