Jakarta, InfoPublik – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menegaskan kemandirian pangan menjadi salah satu fondasi kekuatan bangsa. Indonesia, menurutnya, harus mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat dengan mengandalkan kemampuan produksi dalam negeri.
Karena itu, Presiden menyatakan setelah satu tahun terakhir Indonesia mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Pemerintah terus berupaya mencapai swasembada sejumlah komoditas lainnya, yakni bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau.
Untuk sumber protein, Prabowo menilai Indonesia pada dasarnya telah memiliki kemampuan produksi yang kuat melalui ikan, telur, dan daging ayam.
“Kita masih mengusahakan agar bisa swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi dan daging kerbau. Pada dasarnya, untuk protein, sebenarnya kita sudah swasembada, yaitu ikan, telur, dan daging ayam,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan ketika pemerintahannya menerima mandat, petani masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang turun saat musim panen, hingga regulasi yang dinilai berbelit-belit.
“Kami tidak menyalahkan siapa pun. Tapi kita harus berani menghadapi kenyataan. Karena itu kami mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik. Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Joko Puro, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang telah bekerja sebagai petani selama 20 tahun.
Menurut Prabowo, dukungan berupa ketersediaan air, teknologi, dan pupuk memungkinkan Joko melakukan panen hingga tiga kali setahun dengan produktivitas mencapai 9 ton padi per hektare.
Penurunan harga pupuk sebesar 20 persen juga disebut membantu mengurangi biaya produksi.
“Ketika kita berbicara tentang pupuk, kita berbicara tentang pendapatan petani, harga pangan, dan kedaulatan bangsa. Mari kita berikan tepuk tangan kepada Pak Joko Puro dan seluruh petani Indonesia,” kata Prabowo.
Ia menilai capaian sektor pangan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI, Polri, badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan, koperasi, hingga unsur masyarakat lainnya.
Prabowo menegaskan penguatan produksi pangan nasional tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut pendapatan petani, stabilitas harga, dan kedaulatan bangsa.