:
Oleh Taofiq Rauf, Selasa, 24 Mei 2022 | 22:50 WIB - Redaktur: Untung S - 362
Nusa Dua, InfoPublik - Direktur Global Bank Dunia untuk Manajemen Risiko Bencana dan Ketahanan Lahan, Sameh Wahba, mengatakan bahwa pandemi berdampak bagi aktivitas sosial ekonomi secara global.
Hal tersebut dikatakannya dalam forum Konferensi Rekonstruksi Dunia di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (23/5/2022).
Ratusan juta orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan jutaan lainnya kehilangan nyawa termasuk di Indonesia. Mengutip data Pusat Data COVID-19 Universitas John Hopkins, Amerika Serikat, per Senin (23/5/2022), terdapat 525.727.344 orang di seluruh dunia pernah terkena virus corona di mana 6.277.663 orang di antaranya meninggal dunia.
Pandemi menjadi salah satu penyumbang masalah-masalah global dunia yang terjadi saat ini seperti bencana alam, kerusakan alam, konflik bersenjata, pengungsian, terorisme, dan kemiskinan.
"Pandemi telah menambah penyebab kemiskinan yang sebelumnya telah melanda dunia dan makin meningkat dalam 20 tahun terakhir," kata doktor perencanaan perkotaan dari Universitas Harvard ini.
Wahba mengatakan, Bank Dunia telah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk membantu jutaan warga dunia yang terdampak corona.
Ia menyebut, Bank Dunia membantu pemulihan ekonomi melalui program bantuan senilai USD4 (Rp58.400) per hari untuk warga dengan kategori paling miskin. Berdasarkan catatan Bank Dunia, hampir 100 juta orang di seluruh dunia jatuh miskin selama pandemi.
"Kita sebagai masyarakat internasional harus melihat pemulihan sebagai peluang untuk kembali bangkit. Ada pelajaran yang dapat kita ambil dari pandemi yang telah berubah sebagai bencana sejak tiga tahun ini," ujarnya.
Wahba mengatakan, dunia saat ini memerlukan contoh terbaik dari penanganan pandemi dan mampu memperbaiki struktur sosial ekonomi serta mengendalikan kemiskinan.
Konferensi ini merupakan bagian dari perhelatan Platform Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) di Nusa Dua, Bali yang rencananya akan dibuka secara resmi oleh Prsiden Joko Widodo, Rabu (25/5/2022). Sebanyak 4.000 peserta dari 193 negara telah memastikan diri hadir di perhelatan akbar Perserikatan Bangsa-Bangsa ini.
Penulis: Anton Setiawan
Foto: Antara