Jakarta,InfoPublik - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kota Semarang mengajak pemudik menikmati hidangan ikan sehat dan bermutu, di posko rest area Posko Mudik, di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Rabu (13/6/2018).

Pembagian ini dilakukan agar Pemudik yang melintasi Kota Semarang diajak untuk mengonsumsi ikan agar staminanya terjaga selama perjalanan.

Menurut Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Semarang, Gatot R Perdana, makanan olahan ikan mengandung banyak gizi yang mampu mengembalikan energi setelah menempuh perjalanan jauh saat mudik.

"Ketika perjalanan jauh, para pemudik pasti kecapekan. Makanya, dengan mengonsumsi ikan dengan takaran gizi yang tinggi, bisa merecovery tubuh," ungkap Gatot. 

Gatot mengatakan olahan ikan punya nilai gizi yang lengkap. Karena ikan kaya akan protein, mineral, nabati, hingga kandungan vitamin Omega 3. Sehingga, saat mengonsumsi ikan bisa menyeimbangkan kandungan lemak tak jenuh yang ada pada tubuh.

Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan, program gemar makan ikan menjadi andalan lantaran mampu mendukung misi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendongkrak angka konsumsi ikan di masyarakat. Ia berharap kegiatannya dapat bermanfaat untuk para pemudik dan minat makan ikan bisa meningkat.

Gatot mengatakan, dalam kegiatan ini, institusinya juga menggandeng Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Semarang, dalam hal ini Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kota Semarang.

Sementara itu, Muhammad Nur Said, Anggota Saka Bakti Husada, Pramuka Kwartir Cabang Kota Semarang mengatakan, rest area di Tugu dibuka selama tujuh hari ke depan. Tim Pramuka Kwartir Kota Semarang mengerahkan 350 personelnya untuk berjaga dalam tiga sift. Tiap shift dijaga 50 personel.

Dalam sehari, mampu memberikan layanan kesehatan bagi 60 lebih pemudik. "Pemudik yang jauh jaraknya banyak yang kelelahan. Mereka pasti istirahat dua sampai lima jam di sini. Kemudian saya cek tensi darahnya dan mayoritas tekanan darahnya terlalu tinggi," ujar Sai