Surabaya InfoPublik – Program swasembada pangan yang digiatkan oleh Presiden Joko Widodo ditindaklanjuti oleh jajaran Kodam V Brawijaya. Salah satunya dilakukan oleh Kodim 0814 Jombang yang membuat demplot pertanian di lahan pertanian milik Suntoro, Ketua Poktan Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. 

Dandim 0814 Jombang, Letkol Arm Beni Sutrisno mengatakan, mekanisme program Kodim dengan Kementerian Pertanian setiap tahun untuk menanam padi memakai alat-alat pertanian. “Dengan cara memberi contoh pada petani. Agar petani menanam padi memakai alat tanam transplanter,” kata Beni melalui rilis diterima JNR, Jumat (20/4). 

Ia mengatakan, Kodim mendapatkan dana modal dari pusat tersebut digunakan untuk menyewa sawah seluas 1 hektare pada satu musim tanam. Dana tersebut digunakan antara lain untuk tanam padi, membeli bibit padi dan juga digunakan untuk pembiayaan pengerjaan perawatan sampai panen. “Hasil panen padi yang ditanam oleh TNI AD dibantu PPL dan Poktan tujuannya akan dijadikan beras. Beras tersebut nantinya akan disimpan di Bulog untuk cadangan pangan. Karena untuk membantu Pemerintah Daerah kalau ada bencana,” ujar Beni. 

Di lokasi yang sama Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Jombok, Suntoro mengatakan menanam padi yang menggunakan mesin tanam transplanter seluas 1 Ha. Salah satu jenis padi yang ditanam varietas padi ciherang. “Salah satu cara pembenihan tidak harus di sawah, karena varietas padi pindah benih berumur hanya 18 hari. Sedangkan kebutuhan benih 57kg/ ha. Dari ukuran kebutuhan benih 8 kg/ botol 100 kali 7 =57 kg/ ha,” kata Suntoro. 

Menurut Suntoro, umur tanaman padi sekitar 116 hari sampai 125 hari, sudah dalam bentuk gabah panjang dan ramping. Dengan tinggi tanaman padi 107 cm sampai 115 cm sehingga warnanya menjadi kuning bersih. “ Masa produktif anakan padi mencapai 14 sampai 17 batang dan bisa dipastikan tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3 serta tahan terhadap bakteri hawa daun strain III dan IV. Dari mekanisme tersebut Hasil panen bisa dipastikan mencapai 5 ton sampai 8,5 ton/ Ha,” pungkasnya. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-afr/eyv)