Jakarta,InfoPublik-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan pejabat daerah mewaspadai areal rawan korupsi, karena  banyak kepala daerah  yang  berurusan dengan penegak hukum.

"Saya ingatkan kepada rekan rekan di daerah bahwa saat ini menjadi sorotan 24 jam oleh penegak hukum, sehingga area rawan korupsi harus diperhatikan," kata Mendagri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/3).

Menurut Mendagri, daerah rawan korupsi itu antara lain perencanaan, dana hibah dan bantuan sosial dan pajak.

 "Sekarang yang difokuskan oleh penegak hukum juga area belanja barang dan modal," ungkapnya.

Dia mengatakan, banyaknya pejabat daerah dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lepas dari masalah inspektorat daerah yang belum bekerja optimal.

"Inspektorat daerah belum bekerja optimal, fungsi pembinaan, pencegahan kepada aparat di daerah hingga desa, belum berjalan optimal," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya  tidak hanya masalah di kementerian semata tetapi juga masalah di daerah hingga desa.


"Sekarang kalau ada bupati, wali kota ditangkap KPK, bebannya kepada kami juga, karena itu daerah rawan korupsi itu supaya diperhatikan," pungkasnya.