Surabaya, InfoPublik - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sekarang bernama Jalur Pantai Selatan (Pansela) dilanjutkan pembangunannya pada 2018, sehingga pada 2019 mendatang dapat selesai.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Hammy Wahjunianto di DPRD Jatim, Rabu (27/12), mengatakan, selama dua tahun di APBD Jatim ini nol anggaran untuk pembangunan Pansela. Dan saat ini pembangunan jalur Pansela ini baru mencapai 60%.

Pihaknya sudah mengingatkan untuk lanjutan pembangunan Pansela ini dalam rapat paripurna. "Oleh karena itu, kami meminta pemerintah segera mengucurkan anggaran untuk lanjutan pembangunan Pansela tersebut," tegas Hammy.

Ia juga menyampaikan, apabila pemerintah melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan Pansela ini, maka akan bisa mengurangi disparitas wilayah. Karena di wilayah selatan Jatim yang dilalui jalur Pansela ini banyak pemandangan yang luar biasa ada pemandangan pariwisata yang bagus.

Seperti, pantai dan pelabuhan. Apalagi nanti pemerintah menyetujui adanya bandara di Tulungagung dan kehadiran  pelabuhan ini ekonomi pasti menggeliat ekonomi masyarakat di wilayah Selatan.

Sementara itu Gubernur Jatim, Soekarwo meminta pemerintah pusat juga untuk segera menggarap Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Pansela Jatim. Pansela terbentang mulai dari Banyuwangi, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan. 

Banyak potensi yang bisa digali dari Pansela, selain potensi wisata, juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat di pesisir selatan.

Sebagai contoh, potensi wilayah selatan adalah kekayaan lautnya yang masih belum tergali, salah atunya adalah keberadaan ikan tuna sirip kuning. “Di Pacitan produksinya sekitar 7,000 ton per tahun. Apabila Pansela tergarap, bukan tidak mungkin perekonomian wilayah selatan Jatim ikut naik,” ujar Gubernur Jatim.

Selain itu, menurut penelitian, kandungan emas dan pasir besi di wilayah selatan cukup besar. Sehingga apabila digarap dengan serius bisa menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-pca/toeb)