Batam, InfoPublik - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Revaluasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Satuan Kerja Provinsi Kepri yang diselenggarakan di Aula BPKP Provinsi Kepri, Rabu (30/8).

Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta dari perwakilan Satker di wilayah Provinsi Kepri itu, dibuka oleh Dedy Christanto, Plh Kepala KPKNL Batam.

Dalam kesempatan itu, Plh Kepala KPKNL Batam, Dedy, menyampaikan pesan dari Sri Mulyani, Menteri Keuangan pada Acara Pencanangan Revaluasi BMN 2017-2018 di Jakarta, bahwa kegiatan revaluasi BMN merupakan Kerja Bersama antara DJKN sebagai Pengelola BMN dan Kementerian/ Lembaga sebagai Pengguna BMN.

"Untuk itu diperlukan sinergi yang baik agar kegiatan ini dapat lancar dan sukses guna mewujudkan tujuan yakni menyajikan nilai asset yang wajar sebenarnya dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Selain itu Revaluasi BMN diharapkan dapat menghasilkan nilai BMN yang terbaru, basis data BMN yang lebih baik, identifikasi aset menganggur (idle) agar dapat dioptimalkan, dan mendorong penggunaan BMN sebagai underlying asset penerbitan SBSN secara lebih efisien," ucapnya seperti rilis yang diterima Haluan Kepri, Rabu (30/8).

"Kegiatan IP pernah dilakukan pada 2007 dimana pada pada LKPP 2004 aset kita hanya Rp229 triliun. Sesudah revaluasi BMN, tahun 2009, nilai itu menjadi Rp1.244 triliun dan sekarang Rp2.188 triliun," tambahnya.

Seiring perkembangan ekonomi, lanjut Dedy, nilai BMN tentu telah berubah sehingga perlu dilakukan penilaian kembali.

"Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah akan melakukan penilaian terhadap 934.409 unit BMN yang berupa 108.524 bidang tanah, 434.801 gedung dan bangunan, dan 391.084 jalan, irigasi dan jaringan yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2015. Untuk K/L wilayah kepri akan dilakukan reval sebanyak 8.522 BMN (2017) dan 1.281 (2016) yang tersebar di 160 satker. Tim yang akan melaksanakan sebanyak 11 Tim dari KPKNL dan Kanwil sebanyak 27 orang dan dibantu  perwakilan dari satker masing –masing 1-2 orang," paparnya.

Disampaikannya, DJKN sebagai pengelola BMN terus bergerak dalam rangka mempersiapkan segala pranata baik software maupun hardware agar kegiatan reval BMN dapat berjalan dengan lancar.

"Hal itu di antaranya melalukan perbaikan aplikasi SIMAN, penyiapan form pengisian, perbaikan aplikasi SIP, tenaga penilai, dan metode penilaian desktop valuation untuk BMN selain tanah,"ujarnya.

"Acara ini diharapkan dapat menyatukan komitmen kita bersama bahwa pekerjaan ini memang tidak mudah. Tapi, tidak ada yang tidak bisa dikerjakan asal semua memiliki niat, tekad dan spirit yang kuat.Diperlukan kerja yang tidak biasa, tapi harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras, kerja militansi. Saya yakin dan percaya semua itu dapat diselesaikan dengan baik dan dengan pertolongan Allah SWT revaluasi BMN akan selesai tepat waktu dan menghasilkan nilai yang valid. Sukses revaluasi BMN adalah sukses kita bersama untuk kejayaan bangsa Indonesia,"jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta diberikan pembekalan cara mengisi formulir pendataan obyek revaluasi BMN dan Bimtek Aplikasi SIMAN Fitur revaluasi BMN. (MC.Kota Batam/HK/Eyv)