Bupati Cianjur Luncurkan Gerakan Salat Subuh Berjamaah

:


Oleh MC Kabupaten Cianjur, Senin, 30 Mei 2016 | 11:40 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 1K


Cianjur, InfoPublik - Baru-baru ini, Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar, S.IP SH, M.Si dalam acara Peresmian atau Peluncuran Salat Subuh Berjamaah dan Magrib Mengaji menyampaikan, citra Kabupaten Cianjur sebagai daerah agamis sudah terintis sejak berdirinya Cianjur,

Cianjur dibangun oleh para ulama dan santri yang gencar mengembangkan syiar islam. itulah sebabnya Cianjur mendapat julukan sebagai tempatnya santri dan kyai.

Dalam konteks pembangunan Cianjur saat ini, pembangunan keagamaan merupakan salah satu bidang yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Cianjur. hal tersebut tertuang dalam visi Bupati Cianjur yaitu Cianjur yang lebih maju dan agamis.

Sebagai implementasi Cianjur agamis berarti penerapan nilai – nilai agama dalam segala sendi kehidupan di Kabupaten Cianjur. berbagai program akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan cianjur agamis, salah satunya yaitu peningkatan pemahaman dan pengamalan agama (melalui program pencetakan 1000 penghafal (hafidz) al-quran, magrib mengaji, shubuh berjamaah.

Gerakan penyuluh insan rabbani mandiri, pemberdayan ikatan remaja mesjid (irm), dan halaqoh (birokrasi). serta program pengembangan iklim religius dan lingkungan agamis, serta aktivitas sosial keagamaan.

Gerakan shubuh berjamaah, merupakan satu gerakan yang dilaksanakan sebagai benteng moral untuk menghindari dan meminimalisasi hal – hal negatif yang dapat merusak akhlak, karena kita meyakini bahwa shalat subuh menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit yaitu sampai matahari terbit, serta dimulainya rutinitas harian tergantung pada pelaksanaan Salat  Subuh.

Hal tersebut sejalan dengan hadits rasul,sesungguhnya salat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak [al-bukhari dan muslim).

Kabupaten cianjur memiliki tiga  filosofi yang mengingatkan tentang aspek keparipurnaan hidup. salah satunya yaitu budaya atau tradisi ngaos, yaitu tradisi mengaji yang sudah sejak dulu mewarnai suasana dan nuansa masyarakat cianjur yang dikenal dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang religius.

Maghrib mengaji merupakan tradisi dan budaya yang sudah melekat dengan masyarakat cianjur, oleh karenanya gerakan magrib mengaji di kabupaten cianjur akan lebih diintensifkan kembali, karena gerakan maghrib mengaji merupakan terobosan untuk memperbaiki akhlak. gerakan maghrib mengaji juga dapat menjadi solusi bagi pendidikan karakter anak karena gerakan magrib mengaji lebih menanamkan nilai – nilai ajaran al quran, merubah dan membina akhlak anak - anak dan remaja dan seluruh komunitas masyarakat islam.

Lanjutnya bahwa banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari mengaji yang dapat memberikan dampak yang luar biasa, diantaranya:aspek afektif, mengaji secara tidak langsung mampu mempengaruhi sifat anak menjadi lebih peka terhadap sifat ketuhanan, anak sadar akan keberadaan zat yang maha besar,

Aspek kognitif, dengan menghafal surat pendek atau membaca susunan ayat al-quran dengan susunan tertentu atau menterjemah akan memperkuat struktur otak akan kemampuan mengingat dan menggunakan daya nalar,serta aspek psikomotorik, membaca al-quran dengan tekanan dan lafal tertentu akan memperkuat pernapasan dan kesehatan otak serta melancarkan aliran darah.

Melalui gerakan maghrib mengaji yang dicanangkan bupati berharap kiranya dapat menjadi penangkal pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi, baik televisi, telepon seluler, internet, maupun komik atau majalah.

Gerakan Salat Subuh berjamaah dan Magrib mengaji harus menjadi tradisi. insya Allah kabupaten cianjur ini akan semakin kokoh tidak hanya infrastruktur fisiknya saja, tetapi kokoh akhlaknya.

Tentunya, program ini tidak akan pernah berhasil tanpa adanya dukungan semua pihak, komitmen dan kemauan yang kuat dari umaro, ulama dan umatnya, terutama orangtua.karena orang tua adalah tiang utama yang akan mampu menjalankannya peluncuran Salat Subuh berjamaah dan magrib mengaji.

Program ini akan dilakukan evaluasi untuk selanjutnya di kembangkan di seluruh kabupaten Cianjur, peserta launching forum komunikasi pimpinan daerah, unsur DPRD Kab. Cianjur, unsur pesantren terutama laki-laki di lingkungan Pemda Kabupaten Cianjur terdiri atas para kepala OPD,, para camat serta para pegawai pemerintah lainnya, unsur tni dan polri beserta anggotanya,seluruh pegawai KSN kementerian agama.(adm,ddn/tim mc kab. Cianjur/Eyv)