Skenario pertama yakni ditemukannya vaksin. Setelah ditemukan, dua pertiga dari populasi harus divaksin. Diperlukan dua ampul vaksin, pertama adalah untuk vaksin awal dan kedua untuk penguat.
 
Setelah ditemukan vaksin, kata Tito, selanjutnya dilakukan proses produksi dan distribusi secara massal.
 
"Kemudian belum lagi harus distribusi ke daerah-daerah, setelah itu dilakukan vaksinasinya sendiri. Artinya memerlukan waktu yang tidak singkat. bahkan ada yang memperkirakan kalau ditemukan di pertengahan di 2021, 2022 baru mungkin tuntas vaksinasinya," ujarnya.
 
Skenario kedua yakni ditemukannya golden medication atau obat yang mujarab untuk COVID-19 dan skenario ketiga yakni herd immunity. Namun, untuk skenario ketiga ini kata Tito diharapkan tidak terjadi.
 
"Skenario ketiga ini biarkan tertular. Yang kuat kekebalan tubuhnya survive, yang tidak kuat akan sakit atau mungkin wafat. Ini tentu skenario yang tidak kita harapkan," tambahnya.
 
KPU akan menggelar Pilkada 2020 di 270 di daerah pada 9 Desember. (Foto: Kemendagri)