Jakarta, InfoPublik - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Senin, (5/10/2026) tampil dengan suasana yang berbeda. Jika pada perayaan ke-80 publik disuguhi parade megah di Lapangan Silang Monas, kali ini TNI memilih perayaan yang jauh lebih sederhana dan bersahaja di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Perbedaan paling mencolok terlihat dari skala kekuatan yang dikerahkan. Pada perayaan HUT ke-80 di Monas, TNI menampilkan unjuk kekuatan secara masif dengan mengerahkan 133.480 personel dan 1.047 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista). Berbagai atraksi udara, defile perwira tinggi, dan pameran armada perang memenuhi ruang publik Jakarta.
Namun, pada peringatan ke-81 ini, jumlah tersebut susut secara signifikan. TNI hanya menurunkan 3.378 personel upacara serta 38 unit alutsista. Kekuatan pasukan parade terbagi ke dalam empat Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Komponen Cadangan (Komcad), KRI, hingga Pramuka.
Walaupun berlangsung lebih sederhana, perayaan di Cilangkap ini memfokuskan strategi yang kuat. Alih-alih mengutamakan pamer kekuatan di depan publik, TNI memanfaatkan momen perayaan ke-81 dengan melakukan konsolidasi serta perluasan struktur organisasi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung upacara sekaligus mengukuhkan peresmian sejumlah satuan baru di lingkungan TNI.
Di tengah peresmian satuan baru tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kekuatan TNI tidak dapat dipisahkan dari kedekatannya dengan rakyat. Menurutnya, peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk menegaskan kembali jati diri TNI sebagai tentara rakyat yang harus hadir dan mendengarkan kebutuhan masyarakat.
“Karena itu, jangan pernah jauh dari rakyat. Harus di tengah-tengah rakyat. TNI harus selalu mendengarkan kesulitan rakyat, harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” kata Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa kedekatan dengan rakyat merupakan bagian penting dari kekuatan TNI. “Tentara yang kuat, adalah tentara yang dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Pesan tersebut tercermin dari tema HUT ke-81 TNI, bertemakan ‘TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’, yang menempatkan hubungan antara TNI dan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas pertahanan negara.
Langkah penguatan organisasi dan struktur pertahanan nasional tersebut ditandai dengan peresmian 204 satuan baru di jajaran TNI. "Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI," ujarnya.
Penguatan Struktur Organisasi TNI
Di jajaran TNI Angkatan Darat, struktur komando diperkuat melalui peresmian enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, yakni Kodam 25 Sultan Mahmud Riayat Shah di Kepulauan Riau, Kodam 26 Mataram di DI Yogyakarta, Kodam 27 Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam 28 Maluku Kiraha di Maluku Utara, Kodam 29 Mambruk di Papua Tengah, dan Kodam 30 Rinambora di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, lini pertahanan darat turut dilengkapi dengan 30 Brigif TP, 150 Yonif TP, serta tiga Batalyon Bantuan Tempur yang mencakup Kavaleri, Artileri Medan, dan Artileri Pertahanan Udara.
Sementara itu, penguatan lini maritim di jajaran TNI Angkatan Laut dilakukan melalui pembentukan satu Brigade Infanteri Marinir serta empat Batalyon Infanteri Marinir. Penambahan satuan ini ditujukan untuk memperkokoh kesiapsiagaan pasukan pendarat dan pengamanan wilayah perairan strategis Indonesia.
Adapun di jajaran TNI Angkatan Udara, perluasan struktur difokuskan pada penguatan Korpasgat melalui peresmian satu Divisi II Korpasgat, satu Brigade Korpasgat, dan tiga Batalyon Korpasgat. Selain itu, kemampuan operasional dan pengawasan ruang udara nasional ditingkatkan melalui peresmian dua Skadron Udara, dua Satuan Radar, serta satu Skadron Pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto menginspeksi pasukan dengan menaiki mobil Maung berwarna hijau tua. Didampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, prosesi berjalan khidmat mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”.
Langkah TNI yang merayakan ulang tahunnya secara lebih sederhana ini menegaskan pergeseran prioritas. Kekuatan TNI tidak hanya diukur dari megahnya parade di ruang terbuka, melainkan dari kesiapan operasional, efisiensi anggaran, serta pembenahan struktur pertahanan hingga ke akar rumput demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.