Jakarta, InfoPublik — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menilai industri olahraga memiliki potensi ekonomi yang besar dan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.
Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri olahraga, sport tourism, hingga penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional.
Erick Thohir menyampaikan hal tersebut dalam acara Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika 2025 dan Kick-Off Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Menurut Erick, secara global nilai industri olahraga saat ini mencapai sekitar Rp8.000 triliun, sementara sport tourism mencapai sekitar Rp9.500 triliun. Namun, kontribusi Indonesia terhadap nilai ekonomi olahraga global masih sekitar 0,5 persen atau sekitar Rp39,5 triliun. “Bahwa olahraga ini sangat potensial. Potensi yang luar biasa yang selama ini kadang-kadang kita overlook, kita tidak melihat sebenarnya,” ujar Menpora.
Ia menyebut penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi salah satu contoh kontribusi industri olahraga terhadap perekonomian. Berdasarkan data yang disampaikan, MotoGP Mandalika memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp5 triliun.
Menpora Erick menilai pengembangan industri olahraga bukan merupakan gagasan baru bagi Indonesia. Sejak awal kemerdekaan, olahraga telah dimanfaatkan sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa sekaligus memiliki dampak ekonomi.
Ia mencontohkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digagas Presiden Soekarno tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Selain menjadi sarana pembangunan karakter bangsa, penyelenggaraan kegiatan olahraga tersebut juga memberikan nilai ekonomi yang pada saat itu belum banyak dihitung secara khusus.
Hal serupa, lanjut Erick Thohir, terlihat ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sejumlah infrastruktur yang dibangun pada masa tersebut hingga kini menjadi bagian penting dari Jakarta, seperti kawasan Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Sarinah, Tugu Selamat Datang, dan Semanggi. “Artinya apa? Tidak hanya investasi karakter bangsa tapi juga ada investasi keekonomian saat itu. Dan ini merupakan national branding yang tidak ada nilainya sampai hari ini,” katanya.
Erick Thohir mengatakan pengembangan ekonomi baru melalui olahraga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga melakukan sejumlah pembenahan regulasi untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih mendukung kegiatan ekonomi dan investasi. “Kami sudah meregulasi 191 aturan. Kami sudah laporkan waktu itu tinggal sekarang 4 aturan. Dari 1.500 pasal itu tinggal 600 pasal,” ujar Erick.
Selain deregulasi, Kemenpora juga mengembangkan platform Sport in Indonesia yang mengintegrasikan informasi berbagai kegiatan olahraga di Indonesia dengan layanan lainnya. Platform tersebut antara lain memberikan informasi mengenai persyaratan visa, pembelian tiket, hingga informasi keselamatan bagi wisatawan yang menghadiri kegiatan olahraga.
Erick menjelaskan integrasi tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga di Indonesia. “Kita menjadi agregator. Supaya apa? Tadi yang Ibu Widi (Menteri Pariwisata) sampaikan bahwa kita beri kemudahan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyoroti pengembangan kawasan Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis sport tourism. Ia mendorong agar penyelenggaraan MotoGP tidak hanya berlangsung sebagai satu event olahraga, tetapi dapat menjadi pemicu berbagai kegiatan ekonomi dan internasional lainnya.
Karena itu,Menpora Erick mengusulkan agar penyelenggaraan event di Mandalika diperluas pada periode 2027 hingga 2029, dengan menghadirkan berbagai agenda pendukung dalam satu rangkaian kegiatan.
Ia mencontohkan penyelenggaraan Formula 1 di Singapura yang tidak hanya menghadirkan balapan, tetapi juga berbagai konferensi seperti konferensi bisnis dan investasi dalam periode yang sama. “Supaya dalam satu minggu itu ada banyak event,” ujar Menpora.
Menurut Erick, pengembangan Mandalika juga perlu diarahkan pada peningkatan investasi dan pembangunan fasilitas pendukung, seperti hotel, hunian, lapangan golf, serta fasilitas olahraga lainnya. Pengembangan tersebut dinilai penting untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus mendorong pembangunan masyarakat sekitar.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan fasilitas olahraga yang telah dibangun di Mandalika. Menurutnya, sirkuit tersebut tidak hanya harus digunakan saat penyelenggaraan MotoGP, tetapi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sepanjang tahun. “Dari 365 hari itu harus 100 hari terpakai,” kata Erick Thohir.
Menpora Erick menilai pemanfaatan fasilitas secara optimal akan memperkuat keberlanjutan ekonomi kawasan Mandalika. Ia menyebut sirkuit tersebut saat ini telah menunjukkan kinerja ekonomi dan memiliki kualitas yang baik. “Ini bukti sukses. Bahwa hari ini secara bulanannya sudah profitable. Kualitasnya terbaik di dunia. Kualitas aspalnya ini terbaik. Salah satu di dunia,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam pengembangan industri olahraga terus diperkuat.
Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Indonesia perlu dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.