Jakarta, InfoPublik - PT Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi narasi bermakna (storytelling), dan pendekatan inklusif guna membangun nilai keunikan serta meningkatkan daya saing produk UMKM binaan di pasar nasional maupun internasional.
Langkah itu diambil untuk mengubah pola pemasaran tradisional yang tidak lagi sekadar menonjolkan fisik produk, melainkan mengangkat cerita emosional dan nilai sosial di balik pembuatan karya kerajinan hingga fesyen daerah.
Hal itu disampaikan Vice Presodent (VP) Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, melalui keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Dian Hapsari Firasati mengatakan, konsumen saat ini cenderung mengapresiasi produk yang memiliki kedalaman narasi. "Saat ini, kami memfokuskan pelaku usaha untuk membangun storytellingyang kuat. Produk fesyen atau makanan mungkin terlihat mirip di pasar, namun narasi di dalamnya yang membuat mereka berbeda. Kami menyisipkan teks naratif pada produk karena konsumen dan pengunjung pameran sangat menyukai hal tersebut," ujar Dian.
Ia menegaskan, strategi itu dibarengi dengan pendekatan inklusif, salah satunya tercermin dari UMKM Narita Shibori yang memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengerjakan detail aksen sulaman.
Selain itu, UMKM Dara Baro asal Aceh juga berhasil memadukan konsep upcycling dengan mengolah kembali kain batik, tenun, dan songket tradisional menjadi pakaian modern.
Guna memastikan efektivitas program pemberdayaan tersebut, Pertamina Patra Niaga memberlakukan proses kurasi dan seleksi yang ketat bagi seluruh pelaku usaha binaan sebelum diterjunkan ke pasar yang lebih luas. "Pastinya kami melakukan proses seleksi atau asesmen. Jadi, pada saat kami mengajak UMKM binaan untuk ikut serta di dalam ajang-ajang seperti pameran, kemudian juga mungkin nanti ada business matching, mereka sudah siap," sebut Dian.
Ia menambahkan, indikator utama dalam proses asesmen meliputi kelengkapan legalitas usaha, konsistensi kapasitas produksi, estetika kemasan, hingga keterampilan komunikasi pelaku usaha dalam mempresentasikan produknya.