Jakarta, InfoPublik – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menutup secara resmi rangkaian kejuaraan Pacu Kuda dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Haji Muhammad Hasan Gayo, Blang Bebangka, Aceh Tengah, Minggu (30/8/2026).
Marciano mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tetap menyelenggarakan kejuaraan pacu kuda dan apel kebangsaan di tengah kondisi masyarakat yang baru menghadapi bencana.
“Kepada Bapak Bupati dan Forkopimda, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Pacu Kuda dengan apel kebangsaan ini,” kata Marciano.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan pacu kuda dalam momentum HUT ke-81 RI memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat masyarakat pascabencana.
“Perayaan HUT ke-81 RI dengan menyelenggarakan kejuaraan pacu kuda pascabencana,” ujarnya.
Marciano menilai olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kembali semangat masyarakat yang sempat mengalami rasa kecewa dan kesedihan akibat bencana.
“Acara ini adalah acara luar biasa. Bicara olahraga kita hanya bicara Merah Putih karena menjadi upaya kita bangkit dari rasa kecewa dan sedih atas bencana yang dihadapi. Ini merupakan hiburan yang menjadi trauma healing,” sambungnya.
Kehadiran Marciano dalam penutupan kejuaraan tersebut menjadi bentuk dukungan KONI Pusat terhadap masyarakat Aceh sekaligus memperkuat semangat kebersamaan melalui olahraga.
Ia menyebut KONI Pusat menaungi 38 KONI Provinsi, 514 KONI Kabupaten/Kota, 82 induk cabang olahraga, serta organisasi fungsional.
“Kehadiran saya mewakili keluarga besar KONI Pusat yang menaungi 38 KONI Provinsi, 514 KONI Kabupaten/Kota, 82 Induk Cabang Olahraga, serta organisasi fungsional merupakan bukti bahwa kami selalu hadir dan bergandengan tangan untuk bangkit bersama masyarakat Aceh dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana tema HUT ke-81 RI,” tegasnya.
Menurut Marciano, semangat kebersamaan tersebut penting untuk terus dijaga karena olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Selain memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan, Marciano juga mendorong agar Lapangan Haji Muhammad Hasan Gayo dirawat dan dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, venue tersebut memiliki nilai strategis karena pernah menjadi salah satu lokasi pertandingan Pacu Kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
“Potensi besar lapangan Pacu Kuda ini adalah venue Pacu Kuda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 sehingga harus dioptimalkan. Lapangan Pacu Kuda ini adalah yang terbaik di Indonesia,” pesan Marciano.
Ia berharap keberadaan fasilitas olahraga tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai pusat aktivitas olahraga dan pembinaan atlet, khususnya cabang olahraga berkuda.
Penyelenggaraan Pacu Kuda dalam rangka HUT ke-81 RI di Aceh Tengah sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi bagian dari pemulihan sosial masyarakat pascabencana. Semangat kompetisi, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Merah Putih diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk kembali bangkit dan menatap masa depan dengan optimisme.