Jakarta, InfoPublik – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan 13 rumah sakit, 15 ambulans, sembilan tenda medis, serta 108 tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mendukung pelaksanaan Merdeka Run 2026 di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Dokter Diah dari Kemenkes mengatakan fasilitas kesehatan dan tenaga medis tersebut ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama perlombaan dapat segera mendapatkan pertolongan.
“Keseluruhan ambulans ada 15, dengan total 108 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kami turunkan untuk siaga dalam rangka mendukung acara Merdeka Run tahun ini,” kata Diah saat ditemui di Race Village, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Dari 13 rumah sakit yang disiapkan, tujuh di antaranya merupakan rumah sakit rujukan. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan layanan kesehatan bagi sekitar 12 ribu peserta yang mengikuti Merdeka Run 2026.
Selama perlombaan berlangsung, sejumlah peserta dilaporkan mendapatkan penanganan medis akibat keluhan kesehatan ringan. Salah satu keluhan yang cukup banyak ditemukan adalah kram pada kaki.
Diah mengatakan kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan kurangnya persiapan fisik dan pemanasan sebelum peserta mulai berlari.
“Rata-rata pelari yang hadir hari ini mungkin kurang persiapan untuk pemanasan dan seterusnya, sehingga banyak yang mengalami kram-kram di kaki. Itu kebanyakan disebabkan kurangnya persiapan atau pemanasan dari pelari tersebut,” ujarnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengikuti kegiatan lari untuk tidak mengabaikan persiapan fisik. Latihan sebaiknya dilakukan beberapa hari atau bahkan jauh sebelum perlombaan, bukan hanya pada hari pelaksanaan.
Selain latihan, pemanasan yang memadai sebelum berlari juga penting dilakukan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik dengan intensitas lebih tinggi.
“Untuk peserta yang sudah mendaftar lari, pasti ada waktu jeda untuk persiapan. Silakan di rumah mulai latihan fisik, tidak hanya di hari H, tetapi beberapa hari sebelumnya,” kata Diah.
Menurut Diah, peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut tetap dapat dievakuasi dengan cepat melalui dukungan ambulans dan jejaring rumah sakit yang telah disiapkan.
“Untuk kasus rujukan ada, tapi tidak cukup banyak dan tidak mengganggu karena kita bisa mengevakuasi dengan cepat sehingga pasien juga tertangani dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, data mengenai jumlah keseluruhan peserta yang mendapatkan penanganan medis masih dalam proses pendataan. Rekapitulasi akan disampaikan setelah seluruh rangkaian Merdeka Run 2026 selesai.
Dalam mendukung aspek kesehatan kegiatan tersebut, Kemenkes melibatkan sejumlah unit, antara lain Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pusat Krisis, serta tim kesehatan lainnya.
Kesiapan 13 rumah sakit, 15 ambulans, sembilan tenda medis, dan tenaga kesehatan di berbagai titik menjadi bagian dari upaya memastikan Merdeka Run 2026 berlangsung aman dan peserta dapat mengikuti kegiatan olahraga dengan nyaman.
Merdeka Run 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mendorong masyarakat aktif berolahraga, penyelenggaraan kegiatan juga memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta.