Jakarta, InfoPublik – Pelari nasional Odekta Elvina Naibaho sukses menyelesaikan Merdeka Run 2026 kategori open putri dengan catatan waktu sekitar 26 menit. Bukan hanya torehan waktunya, atmosfer lomba dan dukungan ribuan peserta serta masyarakat di sepanjang lintasan membuat atlet 34 tahun itu mengaku merinding.
Odekta menyelesaikan lomba dengan pace rata-rata sekitar 3 menit 20 detik per kilometer. Catatan tersebut bahkan lebih cepat dari target yang sebelumnya ia tetapkan. “Time limit-nya target sudah terpenuhi. Melebihi dari target saya. Kekencangan. Tadi 26 menit sekian. Terlalu kencang, per kilometernya bisa 3 menit 20 detikan,” kata Odekta seusai mencapai garis finis di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Odekta, suasana Merdeka Run 2026 menjadi salah satu pengalaman yang berbeda. Jalan yang steril dari kendaraan membuat para pelari dapat menikmati lintasan, sementara dukungan penonton dari sisi kanan dan kiri jalan memberikan energi tambahan. “Wah, keren banget. Saya sampai bilang, jalanannya steril, terus di kanan-kiri itu kayak wow, luar biasa. Sebenarnya event seperti ini yang kita inginkan,” ujarnya.
Ia mengaku sorakan masyarakat dan peserta justru membuat dirinya semakin bersemangat. Energi dari suasana tersebut membuat dirinya mampu berlari lebih cepat tanpa terlalu merasakan kelelahan. “Gerakan dari kanan-kiri itu bikin kita tanpa sadar dapat energi sekali. Jadi wow, saya happy banget,” tuturnya sumringah.
Kemeriahan Merdeka Run 2026 juga dirasakan Odekta ketika dirinya telah mencapai garis finis, sementara sebagian peserta lainnya masih berada di garis start.
Saat berpapasan dengan peserta yang baru memulai perlombaan, Odekta mendengar banyak peserta dan masyarakat meneriakkan namanya. Momen tersebut menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi pelari jarak jauh Indonesia tersebut. “Saya lihat tadi saya sudah finish, orang-orang baru start. Saking ramainya, full sepanjang jalan. Saya sudah papasan sambil lihat mereka. Gemuruhnya itu, semua pada teriak panggil nama saya,” ungkapnya.
Odekta bahkan mengaku merinding mendengar dukungan tersebut. Ia kemudian membalas sapaan dan dukungan masyarakat dengan mengangkat tangan sambil tetap berlari. “Saya merinding. Saya sambil angkat tangan satu, lari. Keren banget,” katanya.
Bagi Odekta, Merdeka Run 2026 bukan sekadar ajang mengejar catatan waktu. Perlombaan yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu juga menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang melalui olahraga.
Sebelumnya, Odekta menyebut keikutsertaannya dalam Merdeka Run 2026 merupakan bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Ia menjadikan lomba tersebut sebagai sarana try out dan pemanasan untuk mengukur kondisi fisik sebelum menghadapi kompetisi internasional.
Ia fokus pada nomor maraton di Asian Games 2026. Fokus pada satu nomor tersebut diharapkan membuat persiapannya lebih optimal, baik dari sisi daya tahan, kecepatan, strategi perlombaan, maupun pemulihan fisik.
Odekta juga menilai perkembangan olahraga lari di Indonesia menunjukkan tren positif. Semakin banyak masyarakat menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup dan ruang untuk menjaga kebugaran.
Dalam kesempatan tersebut, Odekta juga menunjukkan sejumlah perlengkapan yang diterimanya dalam racepack Merdeka Run 2026, seperti jersey resmi, nomor dada atau bib, handuk, voucher makanan, stiker, dan gelang identitas.
Merdeka Run 2026 menjadi salah satu ajang olahraga yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam berolahraga sekaligus mempertemukan pelari amatir, atlet profesional, dan berbagai komunitas dalam semangat kemerdekaan.