Jakarta, InfoPublik – Atlet wheelchair racing asal DKI Jakarta, Fandi Ahmad, keluar sebagai juara pertama kategori wheelchair dalam ajang Merdeka Run 2026 yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Keikutsertaan Fandi menjadi bagian dari upaya menghadirkan ajang olahraga yang lebih inklusif dengan memberikan kesempatan kepada atlet penyandang disabilitas untuk berkompetisi bersama peserta lainnya.
Fandi merupakan atlet para-atletik yang menekuni nomor wheelchair racing, khususnya nomor jarak menengah dan jarak jauh. Ia tercatat aktif mengikuti berbagai kejuaraan olahraga nasional bagi atlet disabilitas. “Saya Fandi Ahmad dari DKI Jakarta alhamdulillah bisa raih juara 1,” ujar Fandi saat ditemui seusai mengikuti Merdeka Run 2026, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kesehariannya, Fandi menjalani latihan untuk nomor wheelchair racing. Ia juga memiliki pengalaman berlaga pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas), ajang olahraga nasional bagi atlet penyandang disabilitas.
Pada Peparnas sebelumnya, Fandi berhasil meraih sejumlah prestasi. Ia menyebut berhasil merebut medali emas pada nomor 800 meter dan 1.500 meter, serta medali perunggu pada nomor 5.000 meter.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Fandi dalam mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Merdeka Run 2026.
Namun, bagi Fandi, keikutsertaannya di Merdeka Run bukan hanya mengenai hasil perlombaan. Ia menilai keberadaan kategori wheelchair memiliki makna penting bagi perkembangan olahraga yang ramah dan terbuka bagi semua kalangan.
Menurutnya, penyelenggaraan Merdeka Run 2026 patut diapresiasi karena telah melibatkan atlet penyandang disabilitas dalam salah satu kategori perlombaan. “Untuk Merdeka Run, event tahun ini sangat bagus karena menggandeng kawan-kawan difabel, pertama kategori wheelchair. Semoga di event-event berikutnya Merdeka Run tetap menggandeng kawan-kawan difabel agar lebih inklusif lagi event-nya,” kata Fandi.
Ia berharap keterlibatan atlet disabilitas tidak berhenti pada Merdeka Run 2026. Menurut Fandi, semakin banyak ajang olahraga yang memberikan ruang bagi atlet difabel akan semakin membuka kesempatan untuk mengembangkan potensi dan prestasi mereka.
Fandi juga mengajak para atlet penyandang disabilitas untuk terus bersemangat berlatih dan berprestasi. “Untuk kawan-kawan atlet disabilitas tetap semangat,” ujarnya.
Merdeka Run 2026 menjadi salah satu ajang olahraga yang digelar untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kehadiran kategori wheelchair memperluas ruang partisipasi sehingga olahraga tidak hanya menjadi milik pelari umum, tetapi juga dapat diikuti atlet dengan berbagai kondisi dan kemampuan.
Bagi Fandi, kesempatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang kesetaraan sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan panitia yang telah memberikan kesempatan kepada atlet penyandang disabilitas untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada panitia dan pemerintah yang telah mengadakan acara ini, khususnya Kemenpora yang sudah mengadakan Merdeka Run 2026. Terima kasih atas acaranya karena sudah melibatkan kawan-kawan difabel,” tutur Fandi.
Keberadaan kategori wheelchair juga menjadi bagian dari perkembangan olahraga lari yang semakin terbuka. Ajang seperti Merdeka Run dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus memberikan panggung kompetisi bagi atlet, termasuk atlet para-atletik.
Dengan pengalaman dan prestasinya di berbagai kompetisi nasional, Fandi berharap kesempatan bertanding bagi atlet disabilitas semakin luas. Ia ingin semakin banyak penyelenggara kegiatan olahraga menghadirkan kategori yang memungkinkan atlet wheelchair berpartisipasi secara aman, nyaman, dan kompetitif.
Prestasi Fandi sebagai juara pertama kategori wheelchair Merdeka Run 2026 sekaligus menjadi pesan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan latihan, kesempatan, dan dukungan yang tepat, atlet penyandang disabilitas dapat terus menunjukkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama daerah dan bangsa melalui olahraga.