Semarak Kemerdekaan, 280 Regu Pelajar Probolinggo Ikuti Lomba Gerak Jalan
Wali Kota Aminuddin Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan Pelajar. (Istimewa)
Wali Kota Aminuddin Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan Pelajar. (Istimewa)
Kanigaran, InfoPublik – Sebanyak 280 regu pelajar jenjang SD/MI dan SMP/MTs mengikuti Lomba Gerak Jalan Pelajar, di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus sarana menanamkan kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebangsaan kepada peserta didik.
Lomba yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) itu mengambil titik awal di depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman, dan berakhir di bekas Gedung Bioskop Regina, Jalan dr. Sutomo.
Dari total 280 regu, jenjang SD/MI negeri dan swasta diikuti 107 regu putra dan 107 regu putri. Sementara jenjang SMP/MTs negeri dan swasta masing-masing diikuti 33 regu putra dan 33 regu putri.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik.
“Melalui kegiatan ini ditanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, semangat kebersamaan, serta jiwa patriotisme kepada peserta didik sejak dini. Kemudian, mewujudkan wadah aktualisasi diri siswa melalui kegiatan olahraga dan pembentukan karakter positif,” urainya.
Untuk menjamin keamanan, kelancaran, dan ketertiban selama perlombaan, Disdikbud melibatkan Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820/Probolinggo, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta tim medis dari Dinas Kesehatan.
Penilaian lomba meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan keselarasan langkah dengan bobot 50 persen, keutuhan dan ketahanan regu 30 persen, ketepatan waktu 10 persen, serta sikap, kostum, dan kesopanan 10 persen.
Panitia juga memberlakukan pengurangan nilai bagi regu yang anggotanya gugur atau pingsan di tengah perjalanan sehingga memengaruhi keutuhan regu, mengganggu ketertiban umum, maupun mengonsumsi minuman selain yang disediakan tim medis atau sekolah dengan cara yang tidak tertib.
Diskualifikasi diberlakukan apabila regu menggunakan peserta dari luar sekolah yang terdaftar atau joki, melakukan kecurangan rute dengan memotong jalan atau menaiki kendaraan, serta melakukan provokasi atau bertindak tidak sopan terhadap juri, panitia, maupun peserta lain.
Regu nomor urut 01 dari SDK Mater Dei menjadi peserta pertama yang diberangkatkan.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengatakan lomba gerak jalan bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media untuk membangun sportivitas, kekompakan, dan kedisiplinan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
“Melalui kegiatan fisik ini, generasi muda diharapkan siap menerima estafet kepemimpinan dan terus menjaga nilai-nilai persatuan nasional,” serunya.
Menurut Aminuddin, momentum peringatan kemerdekaan juga harus dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Partisipasi pelajar dalam berbagai kegiatan positif dinilai menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan.
(dy/fa)
© Copyright 2026, All Rights Reserved