Surabaya, InfoPublik – Keraguan sempat menyelimuti Amelia Naghata Ivana ketika menjalani proses menuju Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Namun, pelajar asal Kota Probolinggo itu memilih terus berlatih hingga akhirnya dipercaya membawa baki dalam Pasukan 8 Paskibraka Provinsi Jawa Timur 2026.
Amelia, siswi kelas X SMK Negeri 3 Kota Probolinggo, tidak sendiri. Yukyno Ubaidillah Al Halik, siswa SMA Negeri 4 Kota Probolinggo, juga berhasil melewati rangkaian seleksi dan menjadi bagian dari Paskibraka Jawa Timur.
Keberhasilan keduanya membawa nama Kota Probolinggo dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Timur.
Bagi Amelia, pencapaian tersebut memiliki cerita tersendiri. Ia sebelumnya berpeluang melanjutkan seleksi Paskibraka tingkat nasional, tetapi langkahnya belum berhasil mencapai tahap tersebut.
Kesempatan kemudian datang ketika Amelia dipercaya menjadi pembawa baki pada Pasukan 8 Paskibraka Jawa Timur. Tugas itu menuntut ketelitian, ketenangan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab selama pelaksanaan upacara.
“Rasanya sangat senang, terharu, juga bangga terhadap diri sendiri. Awalnya saya sempat meragukan kemampuan diri sendiri, tetapi saya tetap berusaha mencoba dan belajar supaya bisa bertugas sebagai pembawa baki,” ungkap Amelia di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (18/8/2026).
Di balik tugas yang dijalankan dengan tenang, Amelia harus melewati rangkaian seleksi dan pemusatan latihan dengan jadwal padat.
Selama menjalani pemusatan latihan di Asrama Haji, para calon Paskibraka dibiasakan menjalani aktivitas dengan disiplin sejak dini hari.
“Jam empat pagi kami sudah bangun untuk olahraga pagi. Setelah itu bersih-bersih diri dan sarapan, kemudian dilanjutkan latihan sampai pukul 12 siang,” tuturnya.
Peserta kemudian mendapat waktu sekitar satu setengah jam untuk beristirahat, beribadah, dan makan siang. Latihan dilanjutkan hingga pukul 17.00.
Kegiatan belum berakhir setelah latihan fisik. Pada malam hari, peserta mengikuti pembelajaran, termasuk materi wawasan kebangsaan dan materi pendukung lainnya.
Pemusatan latihan di Asrama Haji berlangsung selama tiga hari. Setelah itu, Paskibraka melanjutkan persiapan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, hingga pelaksanaan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pengalaman selama mengikuti seleksi dan latihan membuat Amelia memiliki pesan bagi pelajar yang bercita-cita menjadi Paskibraka. Menurutnya, persiapan fisik, mental, dan pengetahuan tidak dapat dilakukan secara mendadak.
“Untuk adik-adik calon Paskibraka selanjutnya, persiapan tes mulai dicicil dari jauh-jauh hari sebelum tes. Karena kalau persiapan kita matang, tidak menutup kemungkinan kita bisa tembus provinsi ataupun pusat,” pesannya.
Perjalanan Amelia menunjukkan bahwa kegagalan mencapai satu target tidak selalu menghentikan kesempatan untuk mencatat prestasi pada kesempatan lain. Ketekunan selama proses seleksi justru membawanya mendapatkan tanggung jawab penting di tingkat provinsi.
Semangat serupa ditunjukkan Yukyno. Keberhasilan siswa SMA Negeri 4 Kota Probolinggo itu menembus Paskibraka Jawa Timur turut menambah catatan prestasi pelajar Kota Probolinggo.
Bagi Amelia dan Yukyno, kesempatan berdiri bersama pelajar terpilih dari berbagai daerah di Jawa Timur diperoleh melalui proses seleksi, latihan, dan disiplin yang panjang.
Pengalaman keduanya sekaligus menjadi pesan bagi pelajar lain di Kota Probolinggo bahwa kesempatan berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional terbuka bagi mereka yang berani mencoba dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
(yul/pin)