Jakarta, InfoPublik — Tiga puluh murid penerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari Papua, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta anak pekerja migran Indonesia mendapat kesempatan istimewa pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di halaman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (17/8/2026).
Bagi para murid tersebut, tugas mengibarkan Merah Putih bukan sekadar bagian dari upacara kemerdekaan. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa akses pendidikan bermutu terus dibuka bagi anak-anak Indonesia dari berbagai latar belakang dan wilayah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bermutu merupakan bagian penting dari cita-cita kemerdekaan. Karena itu, generasi muda perlu tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut dirasakan langsung para murid yang bertugas sebagai Paskibra. Salah satunya Yunita L. Lewedalu dari SMA Negeri Siwalima Ambon. Ia memaknai kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. "Sebagai generasi muda, kemerdekaan bisa kita isi dengan giat belajar, terus mengembangkan kemampuan, serta siap menghadapi dunia digital," ujar Yunita.
Sementara itu, Ananda Jitotika Bintang Sobat dari BSS Kota Bekasi melihat kemerdekaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian sederhana, termasuk merawat lingkungan dan menghidupkan kembali budaya gotong royong. "Kita bisa mulai dari merawat lingkungan dan saling menolong. Karena zaman sekarang rasa tolong-menolong sedikit berkurang, saya ingin menormalisasikan lagi gotong royong," tuturnya.
Pesan tentang menghargai perjuangan para pahlawan juga disampaikan Narin Repanian Nayotama, murid UPTD SMP 40 Kota Tangerang Selatan. Ia menilai kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para pahlawan. "Makna kemerdekaan bagi murid, guru, dan sekolah berarti kita menghormati para pahlawan yang telah bersusah payah hingga mengorbankan nyawa agar kita bisa hidup damai seperti ini," katanya.
Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenang pahlawan, tetapi juga meneladani nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Makna Kebijakan Afirmasi Pendidikan
Kehadiran murid ADEM dalam upacara tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kebijakan afirmasi pendidikan memberi ruang bagi anak-anak dari wilayah dan kondisi sosial yang beragam untuk mendapatkan pengalaman pendidikan di tingkat nasional.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kemendikdasmen juga diisi dengan beragam penampilan murid. Selain pengibaran Merah Putih oleh Paskibra penerima Program ADEM Wilayah Papua, peserta menyaksikan persembahan Orkestra Sekolah Perguruan Cikini dan teater Bintang Sobat SMP bertema Kemerdekaan yang Diwariskan Harus Dihargai.
Rangkaian kegiatan juga diisi penyerahan Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada enam pegawai dari Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Semangat kemerdekaan turut disertai kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Penyanyi Rimar Callista mengajak masyarakat turut membantu anak-anak dan generasi muda yang terdampak bencana. "Semangat untuk muda-mudi Flores. Mari kita ulurkan tangan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan," kata Rimar.
Di akhir rangkaian, halaman Kemendikdasmen menjadi ruang bagi para murid untuk menunjukkan bakat sekaligus semangat kebersamaan melalui berbagai perlombaan tradisional.
Bagi Kemendikdasmen, keterlibatan murid dari berbagai daerah dalam peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa pendidikan bermutu harus dapat dirasakan seluruh anak Indonesia. Pendidikan diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang percaya diri dan berkarakter, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu tumbuh bersama dalam keberagaman.